Friday, 6 December 2013

Ali Bin Abi Thalib Dan Orangtua Nasrani

Pada suatu pagi, Sayidina Ali berjalan tergesa-gesa menuju ke masjid untuk shlt subuh berjamaah. Namun ditengah jalan, didepan beliau berjalan lah seorang tua yang tertatih-tatih. Ali kemudian berjalan melambat, beliau tak mau mendahului orang tua tersebut. Ali tak mau mengambil hak orang tua terebut. Sampai didepan masjid, orangtua tersebut tidak berhenti. Setelahnya, Ali baru mengetahui bahwa orangtua tersebut adalah  seorang nasrani

Setelah memasuki masjid, Ali mendapati Rasulullah SAW ruku’ sedikit lebih lama (2x lamanya ruku’ biasa). Setelah selesai shalat berjamaah, Ali bertanya kepada Rasulullah SAW

“Duhai, Rasulullah... Kenapa engkau memanjangkan ruku tak seperti biasanya?”

“Duhai Ali...sesungguhnya dikala aku ruku dan akan mengangkat kepalaku, Malaikupat Jibril meletakkan sayapnya dipunggungku dan setelah aku mengangkat kepala, aku bertanya kepadanya, dia menjawab *Ya Rosul, sesungguhnya Ali tergesa-gesa ke masjid untuk shalat berjamaah, namun dia bertemu orangtua nasrani dan dia memuliakannya. Allah memerintahkan ku untuk menunda waktu ruku mu dan Allah juga memerintah malaikat Mikail untuk menahan matahari terbit”

Demikianlah Allah memuliakan  Sayidina Ali karena beliau begitu takzim dan memuliakan orang tua. Hikmah atauPesan moral yang kita dapat adalah, mari memuliakan orang lain. Terlebih orang yang lebih tua dari kita tak peduli status juga tak memandang apa agama yang dia anut. Demikianlah ajaran islam yang begitu sempurna mengajari kita. Bangga menjadi muslim adalah dengan menerapkan ajaran Al qur’an dan As sunah sebagai lifestyle kita. Dengan begitu orang lain akan bangga dan juga tam meremehkan islam, ajaran mulia.

Mari menjadi muslim yang sebisa mungkin membanggakan. Untuk agama kita sendiri.
Lets be the reason people come to Islam, not the reason they turn away

Thursday, 5 December 2013

SEMUT

Pembelajaran hari ini oleh bp. Muhaimin Karim MA

Hadist :
Perbuatan yang baik dapat memelihara diri dan akan menghindarkan diri dari keburukan yang membinasakan ”

Belajar dari semut kenapa mereka tidak pernah terkena kencing manis, meskipun selalu makan yang manis2. Ternyata jawabannya tak seruwet yang saya bayangkan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh dr. Parmadi Ja’far, itu dikarenakan semut memiliki dua kebiasaan, yaitu:

~ semut selalu menjalin silaturahim

Silaturohim, dari bahasa arab silat (sambung - bertemu) dan ar rahim (kasih sayang). Jadi silaturohim, sejatinya harus bertemu. Bukan sms, sosmed, dll (A BIG “OW”…)

Lihatlah, kalau ketemu mereka selalu bersalaman (menyentuh kepala semut yang lain)

~ semut selalu bergotong royong

Kalau mereka mendapatkan makanan, mereka tidak memakannya sendirian, tetapi dikumpulkan dan mengundang semut-semut yang lain untuk memakannya.

This ant things is so simple, yet so deep meaning.

Kemudian dilanjutkan hadis selanjutnya.

“Tamu yang datang akan membawa rizky kepada kita dan menjaminkan pengampunan  untuk kita” 

Dan muslim itu,  harus memiliki 3A
~ Aku aman bagimu
~ Aku selalu mencintaimu
~ Aku InsyaAllah bermanfaat bagimu

Tak lama setelahnya Azhan berkumandang. Asyar telah tiba. Indah itu, kalau kita bisa shalat jamaah dan dari satu waktu shalat ke waktu shalat yang lain kita gunakan untuk mengkaji ilmu agama. Subhanallah... Meskipun pertemuan ini begitu singkat, namun bermakna. Terimakasih Ayah Muhaimin Karim. Semoga Allah memanjangkan usia beliau. Damai :))