Thursday, 10 April 2014

Jadi PJ Itu...

#GaraGaraODOJ Part 2

Jadi PJ itu...

1. Seperti Sedang Jatuh Cinta!

Iya... Bentar-bentar liat HP...
Ngg' peduli sesibuk apapun hari itu, pasti disempet-sempetin mantengin HP. Trus kadang senyum-senyum sendiri, ada perasaan bahagia tak terlukiskan saat ada yang lapor kholas. Kadang terbawa mimpi udah rekap belum nya. Suka dagdigdug di menit2 terakhir seperti siswa SMA mau nerima raport.  Beneran!

2. Seperti Debit Collector

Iya... Abis suka kemana-mana bawa kertas ma pulpen, buat contrengin anggota yang kholas, suka japri sana-sini juga :)

3. Seperti dokter jaga

Iya... Malam-malam pun kita nyempetin banget ngadain pengecekan,meneliti kembali bener ngg' sih rekapan yang kita buat... Bila perlu begadangin :D

4. Seperti pedagang ONLINE

Mantengin gadget liat orderan? Iya, cuma ini bedanya kita mantengin laporan pahala. subhanallah walhamdulillah Lailla HaillaLlah Allahuakbar...

5. Seperti pekerja di lembaga Nirlaba

saya yang dulunya cuek bebek , jadi bisa merasakan perasaan admin saat  times out tapi anggota belum kholas semua, jadi mengerti bahwa seolah2 hari itu adalah tanggung jawab kita sepenuhnya untuk membuat semua anggota kholas. Jadi mengerti betapa berat tugas admin, semoga Allah melimpahkan kesehatan dan keikhlasan kepada semua admin . Aamiin...

6. Odoj Virus spreaders in disguise

Iya... Jadi PJ itu seperti penyebar virus berODOJ terselubung!

Satu hari, saya jadi PJ saat weekend. Pas jalan ama temen, lirikin HP mulu. Eh, Sahabat(S) saya nanya
S : '' Apaan sih Yuli... Kok ada buah-buahan ... Ih lucu banget...''
(kebetulan hari itu menu tilawahnya dibuat bervariasi buah)

Y : '' ini... Aku jadi PJ ODOJ...''
(jawaban kalem, sambil nunjukin HP, abis dari tadi dia curi pandang)

S : '' ODOJ? Kayanya aku pernah denger deh. Apaansih tuh?''

Y : '' itu loh...''
(Dan bla bla bla, babibu, penjelasanku seperti Marketer Asuransi Unit Link :D)

S : '' aku mau donk! Daftarin donk...''

Yeyyy!!!! Dapet satu pasukan jihad! #lebay

Dihari yang lain saya menjadi PJ, it is worst than before. Saya salah kirim pesen. Nyasar ke si Boss :D

Y : ''
(biasanya ini jawaban kalau ada anggota yang lapor)

B : '' what's that? ''

Y : '' ups. Sorry, wrong window
(ampun... Dagdigdug mau copot juga jantungku)

B : (langsung nyamperin) well, I saw you online all the time. Are you in love or something?

Y : (serba salah) Emmm....
(dilema antara jujur dan kalau boong takut dosa)

B : '' which guy? ''
(bos nyerobot HP. Ini nich!!! Nyebelin)
What's this ? Hemm... you have another bussiness?
(dia melotot)

Y : ( dasar ngg' mudeng tapi suka suudzon ) No! I am being the supervisor for Qur'an reading grup today!

B : ''ow... Interesting! you should tell me further about this programe''

Alamak... Aku jelasin juga kamu ngg' mudeng mbakyu (menggerundel sambil masukin HP ke laci- mencoba menyudahi percakapan)

Dan si boss yang atheis pun cuma cengar-cengir, ini tabiat ia kalau sudah bikin pekerjanya sewot

6. Kebahagiaan

Iya, jadi PJ itu kebahagiaan yang undescribeable. Tak dapaat dijelaskan. jika hari itu khatam, bahagianya melebihi seorang anak kecil yang baru belajar puasa, lagi lemes2 nya, eh... Denger bunyi bedug magrib. Melebihi Seperti saat hari ulang tahunmu, dan kamu mendapatkan hadiah yang bener2 kamu inginkan, dari seseorang yang spesial. Pokoknya jadi PJ itu berkah...

Kalau kamu, jadi PJ itu seperti apa? Yuk share! :)

Setelah saya share kisahku jadi PJ, saudariku se-grup langsung share. (M Rini, Izin share ya *cipok M Rini)

“Tambahin yaa.. Menjelang tidur pun sampe ditegur suami.. Mati in dong lampu nya aku mau tidur (dia ga bisa tidur kalo lampu nyala), udah malam koq masih chatting aja..  Atau anakku yg bungsu 8 th, "mama aku ga bisa bikin PR nih ajarin dong dr tadi mama sibuk sama HP aja.." Blm lagi Khodimat "Bu masak apa hari ini? " terserah kamu aja deh , ibu lg sibuk nih ga sempet mikir masakan..hahaha ”

Tanpa saya edit! Saya ketawa malah...

Nah, ini share pengalaman dari Kiki, adik se-grup, yang super super kreatif kalau jadi PJ.

“seru... Menyemangati yang lain untuk khatam itu rasanya nyemangatin diri sendiri juga... Dan asyik... Karena bisa pilih-pilih tanda apa untuk memberi hadiah bagi yang kholas... Dan bener... Kemana-mana baca catetan kaya tukang kredit. Haha”

Itu kisah kiki :)
Dan saya terenyuh saat dia menunjukan catetan contrengan dia saat jadi PJ. So neat...

Wednesday, 9 April 2014

ODOJ, I am In Love

#GaraGaraODOJ part 1

Membaca Alqur'an dengan tartil, (QS. Muzammil) membuat saya kembali membuka buku tadjwid saya, dan seketika anganku melambung, saat aku punya suami nanti...
(Allah... Ijinkan beliau #CalonImamku membacanya )

Duhai #Imamku, ketahuilah ... bahwa hatiku dan diriku telah JELAS dihalalkan Allah untukmu seperti bacaan Idzhar

Dan meskipun aku tau, bahwa poligami fine dalam islam, aku ingin engkau dan aku seperti Idghom Bilagunah, berdua saja, lam dan Ra'. huruf lain? Masuk ke bacaan lain :)

Duhai suaimiku, sayangku padamu adalah Mad Thabi'i dalam Alqur'an, buanyakkkkk... Cintaku seperti Mad Lazim... Paling panjang diantara sekian Mad!

Suamiku, namamu sama halnya huruf Tafkhim, tercetak tebal difikiranku. Gerakmu seperti idghom bigunah dab bacaan hunnah, mendengunggg...dalam dada dan jiwaku

Engkau yang pemalu, yang mencintaiku karena Allah... jika aku bersamamu, aku merasa masa depanku jelas terbaca seperti Alif Lam Qomariyah.

Suamiku, meskipun Idghom Mutajanisain identik dengan kita, perjumpaan dua huruf yang sama makhrajnya namun berbeda sifatnya,  namun aku selalu berdo'a agar cinta kita terhenti sempurna seperti Waqof Lazim, terpisah oleh maut

Suamiku, meskipun setiap hari bersama, namun pandangan matamu terhadapku laksana Saktah! Aku hanya bisa terpana dan menahan nafas.

Iya benar, Mim Mati ketemu Ba adalah Ikhfa Safawi, aku bertemu kamu adalah cinta mati :), Idghom Mutamaatsilain, engkau melebur dalam diriku dan aku menyatu padamu, Iqlab... Aku masuk dalam dirimu, menyatu

Setiap kali engkau mengecup keningku, hatiku bagaikan Qolqolah Kubro... Terpantul-pantul dengan keras

Sama halnya dengan Mad 'Aridh dimana tiap Mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti, pandanganku pun hanya berhenti padamu. Dan ketahuilah ... Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro' saja , begitu juga aku yang hanya untukmu, jadikan aku Mad Aridh Lisukun ... Yang terakhir untukmu :)

Yully Sukarjo, ODOJER #Grup1277

Sunday, 6 April 2014

Millad Dan Perayaannya

Masjid Amar Wanchai, 6 April 2014, Halaqoh Minggu mengadakan pengajian dalam rangka miladnya yang ke-14. Lantai-3 dipadati jamaah yang sangat antusias menyimak tausiah yang disampaikan langsung oleh pembina organisasi tersebut, Ustadz Muhaimin Karim MA.

Dalam tausiahnya, beliau menjabarkan deskripsi dari MILAD atau Hari Jadi Itu sendiri dan surat dalam Alqur’an yang berafiliasi dengan hal ini. Menurut beliau, surat ke-108, surat Al-Kautsar adalah penjelasan gamblang tentang milad dan cara merayakannya

Bismillahirohmanirohim...

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
2. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah.
3. Sesungguhnya orang-orang yang membeci kamu dialah yang terputus.
(Terjemahan sura Al-Kautsar ayat 1-3)

Makna millad terkandung dalam ayat pertama, yaitu NIKMAT YANG BANYAK (kautsar berasal dari kata KATSIR yang artinya banyak) yang Allah berikan kepada kita, berupa umur dan kehidupan.

Maka, cara merayakannya adalah dengan BERSYUKUR dan menjalankan ayat ke-2, DIRIKANLAH SHALAT UNTUK RABBMU , Dan berkorbanlah. Berkorban disini menurut beliau adalah berkorban dalam arti yang lebih luas. Yaitu bersedekah.

Sedangkan ayat terakhir menjelaskan tentang tidak pentingnya PENDAPAT ORANG LAIN! Asalkan kita mulia dimata Allah, itu sudah cukup. Biarkn orang lain membenci apa yg kita kerjakan, sejatinya kebencian itu akan merusak diri mereka sendiri, tak akan mendatangkan manfaat atau mudarat untuk diri kita.

Terakhir, beliau menganjurkan kita untuk senantiasa memohon hanya kepada Allah... Menjadikan Allah satu2 nya tempat kita bergantung. Membenarkan tauhid kita

Karena Allah Maha Pemalu. Allah Malu bila hambanya menengadahkan tangan dihadapanNya. Malu jika tak mengabulkan doa hamba tersebut. MasyaAllah...

Acara berlangsung hikmad dan ditutup do’a oleh beliau meskipun materi belum sempat dibahas semua karena beliau sudah dijemput oleh wakil dari organisasi lain untuk mengisi tausiah. Semoga Allah memanjangkan umur guru kami, dan menyehatkan jasmani dan rohani beliau. Aamiin...

Wednesday, 2 April 2014

Ustad Yusuf Mansyur In Hongkong

Fortress Hill, Sabtu, 22 Maret 2014, Jst Dance Cafee dipadati ratusan BMI yang sangat antusias menunggu kehadiran Murobbi tercinta, Ustadz Yusuf Mansyur.

Acara yang diadakan secara mendadak ini tidak menyurutkan niat para jamaah untuk hadir, yang pada bulan sebelumnya sempat kecewa karena sang ustadz tidak bisa hadir pada tanggal yang telah dijanjikan dikarenakan beliau harus mengisi kahian ditempat lain.

Pada kesempatan ini, Ustadz yang kondang dengan ilmu sedekah ini kembali mengisahkan beberapa pengalaman jamaah tentang keajaiban bersedekah yang patut dijadikan iktibar bagi jamaah yang hadir.

Diantara point-point yang bisa saya rekap dari ceramah beliau adalah :

~Barang siapa yg bersyukur maka akan ditambahkan nikmatnya. Dan Kebalikannya, jika tak bersyukur, maka LANGSUNG dikasih siksaan oleh Allah. Apa itu? Yaitu rasa kurang puas itu sendiri. Naudzubillahimindalik.

~Kenapa orang susah berdo'a ngg' dikabul2 in? Karena dia berdo'a untuk diri dia sendiri. Padahal kalau dia berdoa untuk orang lain, justru akan dikabulin. Do'a org susah itu makbul. Intinya, ngasih doa ke orang aja pelit. Apalagi ngasih yang lain? Saling doa mendoakan sangat beliau anjurkan, karena kita tidak tahu, amin dari mulut siapa doa itu akan dikabulkan

~Kalau bisa jangan biarkan kesedihan kita diketahui orang lain. Cukup Allah. Bawa kesedihan mu ke sajadah. Ngadu ama Allah! Enjoy your sedih
Masya Allah...

~ Yakin tanpa iman is nothing! If you think you are number one, yes you are! (kata2 ini beliau ucapkan dengan berapi-api)

Setelah berhasil membuat jamaah cengengesan dengan gaya khas beliau, segera belia mengatur jamaah merapikn barisan, mencari pasangan untuk doa mendoakan, disesi inilah terdengar isak tangis para jamaah. Sedu sedan tanda kekhusyu’an

Disesi terakhir pembicaraan beliau, tidak seperti biasa melakukan penodongan sedekah kepada jamaah. Namun terlihat para jamaah sudah terketuk hatinya, saling berebut maju ke depan memenuhi surban yang digelar panitia dengan rejeki-rejeki terbaik mereka. Semoga dibalas Allah dengan berlipat ganda. Aamiin...

Acara yang digelar satu sesi ini juga diramaikan oleh Star Nasheed (Deni, Bana, Jundy) yang melantunkan beberapa shalawat dan juga lagu Uje, Bidadari Syurga yang disambut riuh oleh para calon bidadari syurga . :)