Friday, 30 August 2013

SHORT note, Deep Thanks

When you are used to have electricity and then all of a sudden it’s taken away, you are basically just one step away from being a wild animal. And with no phone or TV, we were totally cut off from the outside world

This time I realized that all I need is you. Thank you!

Look, maybe it is too late. But... The thing is,  it wasn’t about your prestige hobby that made me unhappy. It wasn’t the 18 holes, the fairways, the greens, the bunkers, the drives, the putts, and the chips around the course that got our relationship into trouble, at least not directly. Clearly, none of those! Nothing. It’s like, I certainly don’t wanna have too tight of you, either too slack.

Remember how to flying the kite? Learn from it.
Again, Thank you!

Monday, 26 August 2013

Privacy is Sexy?

I have a HUGE issue when it comes to privacy. I used to keep my secreet all by my self. I’d rather talk to my pillow, my lil teddy, but mostly I murmuring to my self,  coz I am sure He’ll hear what I said,  Allah. Not even my mom knows whole lot of my life story. Which seem it’s a big problem for her. Especially when I was little. Now i realized why she’d always bought me a diary. She was expected much I write something, a story of my life on it. And it’s somehow worked well, as I like to do ”scratching any kindof paper_for not saying I like to write” . I really appreciate her tricky yet smart way  SPYING my life.

I used to think that having a privacy is sexy. Makesure the world keep wondering. But then, this EDWARD SNOWDEN, the wistleblower things  hit my head! And just like  I was shocked in the morning once I caught my Garfield  stares at me while I change clothes. I tried to complain, but he simply says ”hello... You have zero privacy anyway, get over it!”
(Men... Sometime his naughtiness is killing me softly)

I live in a part of Hongkong that has one of the highest concentrations of CCTV, so I can’t sneeze without it being recorded somewhere. This fact prove what Garfield said is right.
Moreover... Welcome to a world where Google knows exactly what sort of porn you all
like, and more about your interests than your spouse does. Welcome to a world where your
cell phone company knows exactly where you are all the time. Welcome to the end of private
conversations, because increasingly your conversations are conducted by e-mail, text, or
social networking sites. Welcome to an Internet without privacy, and we’ve ended up here with
hardly a fight.

So, should we worry?
As somesays, your today worries are destroying your tomorrows happiness, I suggest you not to worry. Nothing to be worry about. As long as we do nothing wrong. Remember? Before we know about PRISM things, we’d already got our faith, that every single thing we’ve done, it’s noted and watched... All we have to do is just keepnkn faith and live a beautifull life

Saturday, 24 August 2013

Cara Meningkatkan Sumber Daya Migran Indonesia

Difinisi Sumber Daya Manusia (SDM) secara umum adalah kemampuan dan bakat yang dimiliki seseorang untuk memenuui kebutuhan hidupnya. SDM memiliki peranan penting karena semakin ringgi SDM yang dimiliki seseorang itu sendiri semakin tinggi pula taraf hidup nya. Ini berlaku pada sebuah perusahaan atau negara. Bila karyawan sebuah perusahaan atau rakyat sebuah negara memilkki SDM diatas rata-rata, maka tak diragukan lagi, tingkat kesejahteraan rakyatnya pun diatas rata-rata. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Pertanyaan ini mari kita jawab didalam hati saja.

Sumber Daya Manusia, dalam spesifikasi BMI, atau tepatnya Sumber Daya Migran Indonesia (SDMI) ibarat sebuah OPEN KITCHEN atau Dapur Terbuka. Dimana terdapat bermacam-macam perlengkapan dan bumbu persediaan yang tersimpan didalam lemari dapur tersebut meskipun sekilas terlihat tak  ada apapun didalamnya. Situasi ini diperparah dengan tidak disadarinya oleh si empu-nya, dia lupa atau mungkin bahkan tidak tahu menahu apa gerangan isi lemarinya.

Dalam konteks penerjemahan bahasa gamblangnya adalah : 
- Dapur terbuka itu adalah BMI
- Alat-alat perlengkapan itu adalah bakat dan pengetahuan yang ada dalam diri BMI itu sendiri
- Bumbu nya adalah ilmu dan keterampilan baik yang diperoleh BMI dari pengalaman ataupun yang sengaja ditimba sang BMI

Setiap BMI sebenarnya memiliki Sumber Daya/bakat yang tak diragukan lagi. Hanya saja, tidak sedikit diantara mereka yang tidak pernah menyadari bahwa dirinya memiliki potensi diri yang sangat besar bahkan cenderung meragukan kemampuan diri sendiri. Situasi ini bukan semata- mata disebabkan kesalahan mutlak BMI itu, namun karena lingkungan dimana dia tinggal yang terkadang kurang kondusif, kurangnya perhatian dari pemerintah, dan juga kurangnya  willingness atau keinginan diri sendiri dari BMI itu untuk maju.

Padahal, jika BMI menyadari, dan tau betapa penting nya meningkatkan SDMI, tentunya DAPUR TERBUKA itu bisa dengan mudah disulapnya menjadi sebuah kafe. Bisa direhab menjadi sebuah bar atau bisa juga menjadi restoran cepat saji, atau apa saja! Bukan hanya sebuah dapur terbuka penampung debu tiada guna.

Tak perlu menunggu uluran tangan pemerintah. Tak perlu mengharapkan belas kasih dari fihak-fihak yang belum pasti. Peningkatan sumber daya migran harus dimulai dari “kemauan diri sendiri”, lalu kita pilih tools pendukung, salah satunya kelas Mandiri bekerja sama dengan Ciputra University, kita rubah dunia dengan merubah Dapur Terbuka kita!

Tetapkan keyakinan dalam hati, teguhkan usaha dalam aksi. Tak perlu menyesali kita terlahir miskin, namun jangan membuat dosa baru dengan melahirkan keturunan (anak-anak kita) dalam keadaan miskin juga. Putuskan rantai kemiskinan dalam keluarga kita dengan memutus kebodohan dan kemalasan dalam diri kita!

BMI BERINTERPREUNER... MASA DEPAN BERSINAR!!!

Penulis : Yully Sukarjo
Telp : 67022400

Apa Arti SDMI?

Namaku Rahmi
Aku dari kota Kediri
Umurku tigapuluh satu tahun lebih sehari
Statusku adalah BMI, seorang istri yang tak ternafkahi suami
Namun saya Iklas, karena saya bekerja untuk menafkahi Rasti
Sang buah hati

Majikanku orang jepang!
Badannya pendek, kekar, matanya sipit
Beliau bilang...
”Rahmi... Rajin2 ngumpilin duit”
”Why, Mister?”
Jawab Rahmi setangah bingung setengah gemetar

Negaramu Negara pertanian
Tapi beras cabe mngimpor dari negaraku

Negaramu negeri kepulauan 170 pulau
Tapi garam juga tak bermutu

Negaramu negara aGraris
Tapi swa sembada pangan miris
Sungguh ironis

Lihat keadaan negaramu
Negara  katulistiwa
Gemah ripah lohjinawi
Tapi faktanya hanya rajin mengekspor TKI

Lihat penduduk negaramu
Kalau hujan...
Mengeluh karena rumahnya kebanjiran

Kalau panas...
Mengeluh rumahnya penuh bau peluh

Tuan, Stop!
Kenapa tuan jadi merendahkan negaraku?
apapun keadaan negaraku
Cintaku pada nya sekonyong koder

Tidak, Rahmi
Aku tidak bermaksud menghina 
Aku ingin kamu rajin belajar
Rajin membenahi bakatmu
agar SDMI melambung tinggi
Agar kamu bisa memperbaiki citra negerimu
Agar derajat negerimu sama atau bahkan  melebihi negeriku

SDMI?
Sepertinya saya pernah dengar bahasa itu
Sahabat Mandiri pernah membahasnya
Baik! Aku akan mencari tau, apakah gerangan SDMI itu!

Dihari libur yang dinanti
Rahmi bergegas menuju pelabuhan ferry
Minyibak kabut pagi
Menghalau mentari
Mengayunkan langkah, dengan yakin menuju  lapangan viktori

Mata indahnya menyusuri lorong-lorong padat manusia
Bagai srigala jalang yang hendak mencari mangsa
Sayup dari kejauhan, Rahmi mendengar suara
”BMI jadi pengusaha... Pasti bisa! ”

Darah Rarmi berdesir
Kata-kata itu bak mntra penyejuk jiwa
Segumpal harapan mulai hadir
Rahmi dekati mereka
Rahmi ikut merapal mantra
“BMI jadi pengusaha, pasti bisa!”

Wednesday, 21 August 2013

Inggris Dan Tanggapan Si Sinis

Kembali sedikit “mengulas” tentang HATERS dan LOVERS yang sebenarnya kagak ada matinye. Mereka berdua __red, haters dan lovers__ memiliki buanyakkkk kesamaan. Yes. Haters dan lovers sama-sama
a. Selalu nguntitin kita (entah didumay atau di dunia nyata)
b. Haters dan lovers kalau didumay selalu mension2 kita, atau komen. Kalau didunia nyata mereka sama! Sama-sama diam seribu bahasa
c. Haters Dan lovers sama2 pencemburu :D
d. Sama-sama selalu penasaran :D
e. Sama-sama cari perhatian kita :p
f. Etc... Semua benar! Haha

Nah, hubungan haters dan lovers dengan judul apa? Baik. Akan saya jelaskan (Yes, Mam ;p)

Bahasa inggris, bahasa internasional ini, dijaman sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok. Betul? Yep. Tak ada sanggahan. Jadi idealnya, setelah kita belajar, maka harus diakalkan. Dalam artian, setelah kita mendapat ilmunya, maka harus sering2 kita gunakan. Practise makes perfect. Dengan latihan kita akan mencapai kesempurnaan.

Karena sebenarnya begini, berhubung bahasa inggris (berlaku untuk bahasa lain ) bukan bahasa kita. Jadi kalau tidak kita gunakan terus menerus, ilmu yang telah kita pelajari akan tergerus, amblas! Dan yang tak kalah dominan adalah, kadang... Banyak orang yang bisa menulis, atau tau arti tulisan/artikel dalam bahasa inggris. Namun saat dia mencoba berdialog, mendadak belepotan. Sering mendengar bukan? Atau anda salah satu diantaranya?

Hm... Tenang! Anda tak sendiri. Fenomena seperti ini sangat lumrah. Menurut kacamata saya, ini disebabkan oleh MENTAL BLOCK yang di-idap oleh setiap individu. Yang selalu berfikiran “not good for what others did

Jadi ringkasnya begini:
Ada orang lain berbicara dalam bahasa inggris - Memandang sinis - Berfikir tuh orang sok nginggris ternyata giliran dia nyari pekerjaan, inggris sangat diperlukan - Kelabakan - Mencoba mengejar ketinggalan dengan mengikuti kursus2 - Latihan sendiri karena mau praktek dalam kehidupan sehari2 Malu  - Malu ada yang ngatain dia ngesok -Seperti fikiran dia pada orang2 yang berbahasa/latihan nginggris - Akhirnya? - Tetap belepotan, kosa katapun tak bertambah- putus asa - Ya sudahlah... Mungkin ini takdir saya - kembali, dia sinis terhadap orang2 yang berbahasa inggris - last, they become the looser, PECUNDANG!

Orang yang 10 tahun tinggal diluar negeri, tidak akan melupakan bahasa Indonesia. Meskipun dia tak pernah mengucapkannya dalam kurun waktu yang relative lama. Karena itu bahasa ibu. Sudah mendarah daging. Tapi orang itu kalau pulang ke Indonesia, dan tak pernah berbahasa inggris lagi, dan tiba2 dia akan menulis definitely, dia akan beberapa kali mengecek kamus. Tak percaya? Coba buktikan sendiri. :)

Jadi intinya apa?
Intinya, kalau ada anjing menggonggong, jangan cuma berlalu. Tapi lemparlah tulang, tapi melemparnya kelaut! Jadi tuh anjing ngejar tulang kelaut. :p

Sunday, 18 August 2013

Kereta Negeriku

Kereta negeriku terus melaju
Panjang... Sudah bukan lagi menjadi beban
Lebar? Melebihi ukuran kereta biasa sebenarnya
Tinggi? Ah...itu hanya ukuran. Mari jangan lagi dibicarakan
Bagaimana dengan masinis dan penumpang serta barang bawaan?
Mari kita diskusikan lebih dalam, sambil meneguk kopi susu

Masinis kereta negeriku
Badannya tambun, membuat semua gerakannya lamban
Dia sering ketiduran
Tak pernah peduli, apa yang terjadi disetiap gerbong kereta yang dia kendarai
Kalau perutnya sudah penuh terisi
Kalau mesin pendingin diruang kerjanya sudah bereaksi
Dia pun bereaksi. Menguap! Lau terlelap!

Kantin di kereta negeriku, apa kamu mau tau?
Pegawainya hilir mudik
Sibuk memasang dan mengganti spanduk!
”Sttt... Saya suka kalau kereta ini berjalan berlama-lama
Mogok pun saya suka. Karena itu adalah peluang meraup keuntungan dalam satu kali jalan!”
Kata petinggi kantin kereta negeri ini

Penumpang di kelas bisnis membaca koran
Disampingnya, wanita cantik bersender. Sepertinya ketiduran
Penumpang di kelas bisnis kalem-kalem
Sambil mengisi baterai gadget , mereka terus bertransaksi
Penumpang kelas bisnis selalu tersenyum
Meskipun kereta tak berjalan
Tapi gadget mereka menunjukan grafik, pundi-pundi kekayaan mereka bergerak naik
Penumpang kelas bisnis berbinar, bersorak “Asyik!”

Disini sangat gaduh
Semua penumpang bermandi peluh
Ibu-ibu sibuk mengipasi anaknya yang mulai gerah.
Ya, kelas ekonomi katanya
Bau makanan hampir basi, bau toilet yang menyeruak, bau rokok, bau ketiak
BAH! Membuatku ingin muntah. MUAK!
Aku tidak hamil muda, juga bukan mabuk kereta
Entahlah, mungkin kebosananku pada kereta negeriku sudah mencapai titik jenuh

Ya, kelas ekonomi kereta negeriku
Dalam keadaan seperti itu
Masih ada yang tidur mendengkur
Ada juga yang sibuk berjualan
Entah kapan dia menyiapkan barang-harang dagangannya
Pintar sekali dia. Bisa tau semua yang dibutuhkan penumpang lain
Kipas listrik, tolak angin, batu telephon genggam, kartu telephon, sampai kondom dijualnya
Saya salut!

Ada beberapa juga diantara mereka
Sibuk memeriksa barang bawaan
Berfikir penyebab kereta berhenti karena kelebihan beban
Ada juga yang memeriksa ban
Ada yang memeriksa mesin
Ada yang menyapu, tetap mencoba menjaga kebersihan
Namun pada akhirnya, mereka semua tertidur karena kelelahan

Masinis terbangun karena panggilan alam
Sebagian isi perutnya menyeruak, berteriak
Masinis kereta negeriku
Terhuyung-huyung membuka pintu
Setelah itu, dia kembali menjalankan mesin
”Wahai penumpang, let’s go! Maaf terlambat, saya ketiduran”

Kereta negeriku terus melaju
Dirgahayu Indonesia ku!!!

Saturday, 17 August 2013

Independence Day

MERDEKA PERLU SYARAT

Pagi- pagi, pukul sembilan belum genap. Hp Rahmi bergetar. Sms dari seberang, anak tunggalnya yang kelas 5 SD. ”MERDEKA!” Satu kata itu saja bunyinya. Tanpa embel-embel salam, atau akhiran emoticon cium seperti biasanya. Rahmi terlonjak, dan dia baru sadar, kalau hari ini adalah tujuh belas Agustus. Hari kemerdekaan bangsa Indonesia ke 68 (benar?)

Sekedar info, Rahmi adalah TKI asal Cilacap yang bekerja di Hongkong selama hampir 4tahun. Dia tidak ingat hari itu adalah hari kemerdekaan negaranya bukan karena jiwa nasionalis nya luntur tetapi karena pekerjaan nya sebagai pembantu rumah tangga di negeri beton ini sudah cukup menyita tenaga dan fikirannya. Jangankan hari kemerdekaan, hari ini hari apa pun, dia sering lupa. Yang dia ingat hanyalah tanggal 28. Entah kenapa, kalau sudah tanggal itu, dia otomatis ingat tanggalan. Dan dia akan menyegerakan menghadap majikannya jikalau sang Lopan terlambat membayar upah dia. Rahmi bilang, dia sudah menunaikan kewajiban dia sebaik mungkin, jadi dia pun  tidak mau kalau hak nya diabaikan.

Tersadar hari ini hari apa, dia segera masuk ke toilet dan menekan nomer telepon anaknya. Mumpung sang Lopan masih tertidur.

”Halo... Nak, assalamu alaikum...”

”Wa ’alakum salam, Ibu... Merdeka!” Terdengar suara lantang dari seberang. Suara putranya.

”Kamu sedang apa, Ngger? Ojo dolanan petasan yo ...”

Alih-alih menjawab pertanyaan ibunya. Si Tole malah balik bertanya

”Bu, makna merdeka itu, menurut ibu apa? ”

Dia bertanya kepada sosok, yang sangat dia kagumi, yang menurutnya, setiap kata yang terucap dari ibunya adalah kebenaran. Dia tidak pernah membantah. Dimatanya, ibunya adalah wanita paling pintar yang selalu bisa menjawab pertanyaan apapun yang dia lontarkan, bapak nya saja kalah. Begitu pendapat anak lelaki itu.

”Merdeka? ” Rahmi sedikit berfikir, lalu melanjutkan dengan bahasa se-diplomatis mungkin

”Merdeka itu bukan bisa bangun siang. Tapi merdeka adalah kalian boleh bermimpi apa saja saat terjaga.”

”Merdeka itu bukan boleh tidak belajar. Tapi merdeka adalah boleh memilih mana yang ingin kalian pelajari”

”Merdeka itu bukan boleh menjawab apa saja. Tapi merdeka adalah boleh bertanya apa saja”

”Merdeka itu bukan boleh makan apa saja. Tapi merdeka adalah boleh mencoba meramu masakan apa saja”

” Merdeka itu bukan boleh bermain kapan saja. Tapi merdeka adalah boleh menciptakan permainan apa saja”

” Merdeka itu bukan boleh memetik tanaman apa saja.
Tapi merdeka adalah boleh menanam apa saja”

”Nak... Bila kamu perhatikan, MERDEKA itu selalu ada TAPI. Karena merdeka memang perlu syarat. Karena pada merdekamu selalu melekat tanggung jawabmu”

Jawab Rahmi mantap, berharap anaknya mengerti, apa makna tujuhbelasan. Karena yang terbayang di benaknya, anknya sama seperti anak anak lain yang menghamburkan uang untuk membeli petasan saat agustusan yang cenderung membahayakan diri sendiri.

”Bu... Tapi bagiku, merdeka itu saat aku bisa mencium tangan ibu sebelum aku berangkat sekolah dan saat aku pulang sekolah. Merdeka itu saat aku bisa merasakan ibu mencium keningku sebelum tidur sambil mengucap doa bersama. Merdeka itu saat ibu dan bapak yang mengambil rapor ku, bukan Pak Lek Sarman, tetangga kita, Bu!”

Sergah suara bocah lelaki dari seberang mencoba protes atas jawaban ibunya. Ini baru pertama kali dia lakukan. Rahmi gemetar mendengar jawaban itu. Ternyata putra kecilnya sudah pandai menyulam kata, sudah pandai mengungkapkan isi hatinya. Namun bukan Rahmi namanya jika dia tak memegang kendali.

”Nak... Merdeka menurut penjabaranmu itu pun benar. Namun seperti yang ibu katakan tadi. Ada TAPI nya. Tapi nya adalah... Kamu akan menikmati semua itu, saat waktunya tiba. Tak akan lam lagi Nak. Doakan ibh selalu. Agar segera “memerdekakan mu”

”Njeh, Bu”

Tak lama, pembicaraan antara ibu dan anak itupun berakhir. Rahmi mengusap buliran air matanya dengan lengan baju dinasnya yang mulai lusuh. Dia bulatka tekatnya, ini adalah kontrak kerjanya yang terakhir, dia ingin segera meberi anaknya kemerdekaan! Air mata itu terus mengalir tak tau diri.Airmata kerinduan seorang ibu

Wednesday, 14 August 2013

Benci vs Cinta

Haters gonna hate. Whatevere I do. What am I expect?

Yes. Itu sebabnya, saya selalu melakukan apa yang ingin saya lakukan. Speak out whatever i wanna say, as ling as it is in the right track. Karena... Ya itu tadi! Mereka akan selalu mempermasalahkannya :)

So, what’s the point?
Menurut saya, bersyukurlah anda memiliki ”pembenci”
What?! Ngga’ salah?
Nope!
Haters/lovers itu bedanya tipis! Seperti cinta dengan nafsu.
Orang yang membenci kamu, biasanya tingkahnya sama dengan orang yang mencintai kamu! Nguntitin/stalking TL twitter kamu, wall FB kamu, ubek2 foto album kamu, cari tau info tentang kamu sedetail apapun, dan pastinya... Kuping dia akan bergoyang-goyang saat orang lain membicarakan kamu! Swear deh

Jadi jangan heran kalau haters ujung2nya jadi lovers! Orang yang paling membenci kamu, itu peluang jatuh cinta nya ama kamu lebih besar dari pada orang yang biasa-biasa aja ama kamu.
Dan sebaliknya! Semakin kamu benci sama seseorang atau sesuatu, semakin besar pula kemungkinan kamu mencintai orang itu (cieee... Yakin bener ngomongnye... Pernah ya Mbak? Haha)

Ya seperti itulah. Makanya, lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Jangan pernah terpengaruh dengan pendapat orang lain. Siap?!