Tuesday, 13 May 2014

Sedekah Dilahan Gembur

Masih ingat ilmu COPAS PAHALA yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu? Kalau lupa-lupa ingat, silahkan dibaca kembali disini :

Belajar dari ODOJ, Copas Pahala http://planet-yuli-idea.blogspot.com/2014/05/belajar-dari-odoj-copas-pahala.html

Nah, hari ini saya ingin mengingatkan diri saya (terutama) dan kita semua tentang INVESTASI SEPANJANG MASA.

Ketika diluar sana sedang HOT-HOT nya ditawarkan berbagai bentuk investasi,  mulai dari RD yang memang sedang booming, bisnis properti, emas, logam mulia, dan masih banyak hal-hal lain, bagi sebagian kita yang kurang mengenal jenis2 investasi (seperti saya contohnya) , sering terbersit pertanyaan ''Aman ngg' ya duitku disitu?'' atau '' Entar 5 tahun lagi duitku jadi berapa ya?'' Dan masih banyak pertanyaan lain yg jawabannya rumput yang bergoyangpun tak bisa menjawab! :)

Nah, solusi untuk kita yang awam ini menurut hemat saya  adalah memprioritaskan tawaran ALLAH ROBBUL IZZATI tentang investasi SEPANJANG MASA!

Maksudnya, investasi ini bisa menghasilkan keuntungan (pahala) sepanjang masa, selama kita hidup dan bahkan setelah kita meninggal. Apa itu? Yaitu SEDEKAH DAN AMAL JARIAH.

Sebagaimana dengan investasi dibidang real, kita dituntut mempertimbangkan sisi benefit dan profit dari jenis investasi yang kita pilih, contoh, bila kita memilih investasi dibidang saham, maka saham2 bluechip hendaknya menjadi prioritas. Saham yang akan terus bergerak naik menghasilkan keuntungan karena bergerak dibidang KEBUTUHAN SEHARI-HARI , bukan musiman. Begituula dengan SEDEKAH. Memilih LAHAN GEMBUR untuk bersedekah, adalah utama.

WAJIBKAN pada diri kita untuk selalu bersedekah khususnya untuk hal-hal yang STRATEGIS, meringankan harkat dan martabat orang lain. Jadi memilih target sedekah pun harus cermat. Bukan berarti pilih-pilih, tapi memang harus selektif *bedabahasadoank :p

Contoh, sedekah kepada para penghafal Alqur'an...

Akhlak mulia para penghafal Alqur'an semasa hidupnya, dan apabila selama hidup dia mengajarkan ilmunya kepada orang lain, maka pahala yang dia dapatkan akan mengalir kepada kita. Bila murit dia menularkan kepada yang lain, kita pun masih kecipratan pahala si murit, begitu seterus nya dan seterusnya, sampai berhenti nya dunia ini.

Segala puji bagi Allah , penggenggam langit yang dengan murahnya mencurahkan air  yang dengan air itu membersihkan bumi dan isinya dari hal-hal yang kurang baik.

Semoga Allah SWT mengaruniakan kepada kita harta yang melimpah, agar dengan harta itu kita menjadi ahli ibadah, ahli sedekah. Aamiin...

Tuesday, 6 May 2014

Berkah ODOJ, Nagkep Maling!

Na'imatus Sholiha... Gadis cantik, baik hati, ramah tamah dan suka menabung (:p) ini disebut sebagai ''JAGOAN'' nya grup ODOJ #1277! Penasaran kenapa? Keep reading, girl! :)

Bagaimana tidak? Apoteker cantik satu ini JAGOAN ambil lelangan. Hampir tiada hari tanpa dia lewatkan mengambil lelangan, bahkan sering lebih dari dua juz lelangan! (belum jatah dia sendiri, loh! MashaAllah...semoga nular ke saya )

Sebab lain dia disebut JAGOAN adalah dia memang benar-benar seperti JAGOAN! Kala itu, Na'im sedang tilawah ketika semua orang tertidur lelap. Tiba-tiba dia mendengar suara-suara tak lazim dirumahnya. Seketika, dia menghentikan tilawahnya dan dengan keberanian bak  Nusa’ibah Binti Ka’ab, sang ahli pedang di perang  Uhud Dan hanya bersenjatakan mushaf (masih  membopong  mushaf) dia berteriak sekeras mungkin membuat si pencuri yang bertubuh kekar dan hitam lari tunggang langgang!

Sekedar info, meskipun Na’im lahir dan berdomisili di Papua, dia pandai berbahasa jawa, loh! Propinsi di timur Indonesia,yang mayoritas penduduknya non-muslim itu, tetap tak mengubah semangat  tilawahnya

Bayangkan kalau OKI Setiana dalam film ODOJ, hanya menghadapi preman yang seganteng Teuku Wisnu, JAGOAN kita ini melawan preman baja hitam! (Red : badannya keras dan hitam :D). MashaAllah... Satu lagi kisah...Allah menyelamatkan hamba-Nya dari petaka dengan perantara ODOJ (bertilawah)

Info lain yang tak kalah menggembirakan, gadis periang yangmemiliki hobi berdendang disaat klinik tempat bekerja nya masih sepi ini masih SINGLE! tentang keshalihah-an nya, InshaAllah sesuai namanya. Anda punya kandidat sholih? Yuk kita ta'arup-in! Japri saya ya *SenyumMenggoda*
(pakai Helm. Takut dijitak Na’im)

Balada ODOJers

Kisah-kisah di BALADA ODOJERS Adalah kisah nyata dari para sahabat BMI HK yang tergabung dalam komunitas  ODOJ yang mereka ceritakan kepada saya, entah di chat secara pribadi, atau saat hang out atau kapanpun mereka bercerita. Dan seperti biasa i am listening and writing :p. MashaAllah... Betapa penuh tantangan, menegakkan syariat dinegeri KAFIR,  Seru-seru!

Balada BMI, Sang Odojers (1)

Sudah bukan rahasia lagi, kalau antrian di bank pada hari minggu itu MasyaAllah. beruntung, Bank Mandiri adalah bank satu-satunya di HK yang memiliki Mushola dan toilet untuk mengambil Wudhu. Ini bukan promosi, tapi saya sangat mengapresiasi kejelian Bank Mandiri dalam melihat kebutuhan BMI, yaitu sulitnya mencari tempat untuk shalat di Hongkong. Semoga Bank Mandiri selalu diberkahi Allah Subhanahu wata'ala. Aamiin...

Ketika melihat antrian yang mengular, saya segera mengambil wudhu, dan berbaris manis kembali, lalu membuka aplikasi Qur'an di HP saya (bersyukur juga ada tehnologi) dan bermaksud menyelesaikan jatah ODOJ saya. Tak terasa...kurang lebih 50 menit berlalu, satu juz pun sudah habis, dan antrian saya tinggal satu orang lagi. MasyaAllah... Saya antri tanpa mengeluh, tanpa gibah, tapi tetap dengan sumringah dan jatah tilawah selesai sudah.

segala puji bagi Allah yang telah mengenalkan saya pada ODOJ.

(From Narti, odojer #2259)

Balada BMI, Sang Odojers (2)

''Berada disebuah komunitas yang menerimaku APA ADANYA, praktis membuatku nyaman didalamnya dan  seolah-olah menemukan diriku kembali yang sudah sekian lama tersesat

Dulu aku terjebak kedalam pergaulan bebas, lesbian. Aku sempat bangga dengan kemaksiatan-kemaksiatan yang ku lakukan. Aku bangga dengan gemerlapnya dunia di lembah nista itu. Aku bangga dengan fashion BRANDED yang aku kenakan. Lebih parah, aku bangga dengan ''hilangnya'' diriku sebagai perempuan. Astagfirullahaladhim...

Hingga suatu ketika, Allah Arrahman kembali mengumpulkanku dengan komunitas perempuan-perempuan berhijab dan bertilawah, komunitas ODOJ

Semula aku risih, mengingat ''penampakanku'' yang lain daripada yang lain. Namun ternyata mereka menerimaku dengan segala ''keanehanku'' dengan ikhlas. Bimbingan dan support mereka semakin menguatkan tekadku untuk kembali menapaki jalan yang seharusnya.

Jujur, saat ini hati kecilku menjerit. Hatiku sudah kepanasan dengan keadaanku yang jahiliyah ini, aku ingin berhijab, aku ingin segera berpenampilan layaknya seorang perempuan. Namun dominasi suara dibagian hati yang lain masih bertentangan. Aku belum siap...

Aku terus berusaha, berproses...
Berusaha menjaga shalat lima waktu, memperbanyak membaca Alqur'an, dan  amalan-amalan lain yang dulu sempat aku tinggalkan.

Cercaan dan hinaan datang bertubi-tubi, terutama dari teman-temanku yang tak suka aku berubah

'' Loe lama-lama jadi bencis pakai rok deh, Bro!''

Dan ejekan-ejekan yang membuatku mengelus dada. Loh, bukankah seharusnya pakaian kebesaranku adalah rok?

Tak mengapa, aku ikhlas. Semoga Allah selalu mengaruniakan rasa ikhlas dalam hatiku, semoga Allah selalu mengirim orang-orang yg tulus kepadaku, dan membuatku semakin mengenal-Nya. Aamiin...''

Kisah ini seperti penuturan saudariku ''A'',  semoga menjadi ibroh. Bahwa sesunggunya, banyak diantara mereka yang ingin berubah, tapi tak tau caranya. Mari jadikan diri kita, salah satu jalan untuk mereka berubah. MENGAJAK, bukan MENGEJEK... MENUNTUN bukan sekedar MENONTON dan balik kanan menggibah mereka. Semoga Allah menambahkan kemantapan hati kepada saudari kita, agar segera menyongsong kebahagiaan sebagai wanita, muslimah.

Saya yakin, suatu hari nanti, saudari kita ini akan menjadi KADER DAKWAH yang handal, penda’wah bagi komunitas2 yang pernah dia singgahi, yang kita sendiri sulit menjangkau mereka. Saudari kita sudah disiapkan Allah menjadi ANAK PANAH yang menembus sudut2 kelamnya viktoria. Aamiin...

(Ariel, Odojer #2715)

Balada Odojer (3)

Secara tidak langsung, ODOJ mengubah perilaku dan kebiasaan para pesertanya. Tentu kearah yang lebih baik. Senantiasa menjaga wudhu dan  membawa mushaf saat bepergian adalah dua hal yang MUTLAK menjadi kebiasaan baru para odojers.

Termasuk sahabat odojer kita yang satu ini. pekerjaannya sebagai BMI yang memiliki jam kerja hampir 24 jam tak menyurutkan tekadnya bertilawah. Kebiasaan jahiliyah ''arisan on the phone'' sudah dia tinggalkan semenjak ikut ODOJ.

Hari-hari Siti, Odojer  grup #1277 kini diisi dengan bertilawah. Begitu ada waktu luang, tak segan dia akan segera mengambil lelang, tilawah membuat hatinya lebih senang. Tilawah membuat perasaannya lebih tenang. Tilawah sambil momong. Tilawah di kereta, tilawah sambil nungguin anak berenang. Tilawah, tilawah, tilawah! Dimanapun!  Tilawah baginya sudah seperti kokain, nyandu!

Hari sabtu adalah tantangan tersendiri bagi BMI Odojers. Semua tau, bosses around, loupan hai oghe :)
termasuk majikan Siti

Tak hilang akal, dia melaksanakan tugas maisung secepat kilat. Setelah itu dia duduk ditaman. Apalagi kalau bukan bertilawah?! MashaAllah...

Sampai waktu kurang lebih satu jam, HP nya berdering, Dai-dai is calling.

''Siti, where are you?''

'' I am waiting  for the minibus, Mam''

''Oh, Ok. I am just worried, you were out for so long''

''No worry, Mam. I am fine. Thank You''

Ya Muqolibal Qulub... Engkau yang maha membolak-balik hati. Lihatlah, majikan dia tidak marah, malah khawatir terjadi sesuatu dengannya.

Ketika di negeri ISLAM banyak kutemukan perilaku KAFIR. Kini dinegeri KAFIR  kutemukan ISLAM . (Ya miqolibal qulub, tsabit qolbi ’ala dinik)

Seperti janji-Mu, siapa yang menolong agamaMu, Engkau pun akan menolongnya

Haji (Al-Ĥaj):40 - (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa

Semoga dengan menjadi BMI, tak menjadikan itu sebagai alasan  kita untuk tidak melaksanakan perintah-perintah Allah, Robb semesta alam. Aamiin...

(Arisah, Odojer #1277)

Belajar dari ODOJ, Copas Pahala

COPAS PAHALA

Geek, GadgetLover, pengguna HP sejati, tentu sudah tau ilmu COPAS, bukan?

YUP! Kita meng-COPY sebuah tulisan/artikel lalu kita PASTE dan sebarkan ke orang lain.

Mari kita ambil TRIK ini untuk melipatgandakan PAHALA kita.

Analogi nya begini, kita sedekah 50 ribu, tapi kita ingin dihitung Allah 500 ribu? Caranya gampang. Tinggal kita suruh 10 orang yang kita kenal untuk bersedekah 50 ribu. InshaAllah ...

Lalu apakah pahala teman yang bersedekah itu berkurang? Tentu tidak!

Kalau kita copas sebuah artikel, apakah artikel aslinya akan hilang? Tidak, bukan?

Hal ini sama saat membaca Alqur'an. Jika kita membaca satu Juz perhari dan berharap pahala orang membaca 30 Juz , maka kita ajak teman/sahabat/keluarga kita untuk membaca satu Juz perhari. maka InshaAllah pahala orang yang membaca Alqur'an atas seruan kita itu akan masuk kedalam REKENING TABUNGAN INVESTASI AKHERAT kita. InshaAllah...

Barang siapa menunjukan kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya (HR: Muslim)

Terus... Ajak orang lain sebanyak2nya, jika kita konsisten, istikomah... Semoga kita dikaruniai keringanan lidah untuk selalu menyeru kepada kebaikan. Aamiin...

(Artikel  ini sengaja saya khusus untuk saudariku FMSers, I Love you all)

Ikut ODOJ dibilang orang ikutan TREND?

#GaraGaraODOJ 5

Ikut ODOJ, dibilang orang ikutan TREND?

Iya, saya sering mendapatkan pernyataan seperti ini. Saya sih menyikapinya dengan santai. Karena yang namanya TREND, mau tidak mau, langsung atau tidak langsung kita dipaksa IKUT! Meskipun awalnya hati kecil kita mengelak.   Saya dulu pernah ikut2an “TREND” juga, trend fhasion, musik, gaya bahasa, dan trend2 lain. Hasilnya apa? Hasilnya kantong bolong hati kosong.

Nah, tidak ada salahnya donk, sekarang saya ikuti TREND juga? Yup! Dan trend ini menentramkan hatiku. Aku memang belum bisa mencapai derajat IKHLAS! LILLAH... Belum. Masih jauh kesitu. Tapi dalam do’aku, semoga Allah yang Maha Membolak Balik Qolbu, meluruskan niatku.

Banyak juga yang bilang RIYA’.
Hm... Sesungguhnya, RIYA’ dan UJUB itu beda nya sangat tipis. Ketika kita beribadah terang2an dan dianggap Riya’, kembali memohon pada Allah agar diluruskan niat kita adalah hal terbaik

Ketika beribadah diam2 pun, kita rentan dengan UJUB. berbangga diri. Naudzubillah

Karena itulah beberapa cara syetan untuk membelok kan hati kita. Tugas kita (saya) apa? Ya berusaha keras nglempengin niat aja. Kalau toh dijalan masih belok, istigfar, lurusin lagi. Syetan nyerang lagi? Bersyukurlah.

Selama syetan masih mengganggu kita, selama itu pula kita masih dijalan iman. Syetan ngg akan repot2 mengganggu org2 yang ingkar. Karena syetan udah nganggep si ingkar itu adalag balakurawa dia

Astaffirullahaladhim... A’uzubillahiminnassyaitonirojim...

Yuli Sukarjo, Odojers #1277

Belajar Menjadi Orangtua Yang Baik dari ODOJ

#GaraGaraODOJ 6 #LearnParenting #CeritaSahabat

Saudariku sesama ODOJer grup #1277, Lia, menuturkan sebuah kisah pengalaman pribadinya tentang ber-ODOJ, yang membuat saya sempat meneteskan air mata, berikut saya kutip ulang :

'' Berkah ODOJ, saya jadi lebih bisa memanage waktu, lebih disiplin pada diri sendiri, dan lebih dekat dengan keluarga

Dulu sebelum kenal ODOJ, kesibukan saya menjadi alibi untuk -hanya sekedar MENYURUH ANAK MENGAJI- atau mendatangkan guru ngaji kerumah. Memang, anak saya pun mengaji. Dan kehidupan keluarga kami terus berjalan seperti biasa

Dari ODOJ juga saya menyadari betapa pentingnya berkumpul dengan komunitas yang saling menyemangati. Pernah, HP saya hilang, padahal nomer telepon nya adalah yang tergabung dengan grup ODOJ 1277, Sampai lebih dari seminggu saya lost contact dengan anggota yang lain, apa yang terjadi? Saya lumayan males2an lagi bertilawah, tidak adanya seseorang yang mengingatkan DL perJuz nya, tidah melihat teman2 yang biasanya begitu cepat kholas. Saya jadi ogah2an. Beruntung ADMIN grup saya Inbox ke akun FB saya. MashaAllah... Mereka masih setia menunggu kabar saya yang hilang semingguan itu. 

Hingga beberapa bulan setelah saya DHAWAM kan ODOJ, jungkir balik memanage waktu, membuat saya menemukan waktu yg tepat untuk bertilawah. Tak perduli saya dirumah, atau bahkan di luar kota sekalipun. Bukankah diluar kota pun, kita masih dikawal Rokib dan Atit sebagai pencatat amal perbuatan kita?

Hingga suatu waktu saya mendapati perubahan drastis gaya menelfon anak saya ketika diluar kota. Yang sebelumnya lebih cenderung : ''Mama...minta oleh-oleh ini ma, minta belikan sesuatu, Ma...''

Dan sekarang : '' Mama... Kangen Ma, cepet pulang donk, Ma... Kan dirumah sepi kalau yang ngaji cuma Papa, Ma...pulang cepet ya Ma... Ngaji lagi sama adek...”

Saya tersenyum dan ada rasa syukur ... Meskipun diujung percakapan, mereka tetap minta oleh-oleh... 

Disinilah, saya semakin mengerti, bahwa kebanyakan kesalahan kita sebagai orangtua dalam mendidik anak, adalah terlalu banyak MENYURUH. Mereka, anak-anak kita bukan bawahan kita, sudah selayaknya kita MENJADI contoh, bukan hanya MEMBERI contoh, setelah itu menyuruh mereka melakukannya

Dan esensi dari semua ini, membuat saya memahami, sejatinya  hubungan dalam keluarga itu akan berqualitas, kedekatan seorang anak terhadap orangtuanya akan lebih bermakna dengan memperbanyak waktu yang kita LUANGKAN, bukan waktu diluar rumah yang kita UANGKAN''

Demikian beliau berkisah. MashaAllah... Banyak hikmah yang saya ambil.
Hemm... beda huruf ''L'' kalau boleh saya artikan dalam kata LUANGKAN adalah L-UAR BIASA

Terima Kasih Mbak Lia, semoga kita selalu istikomah *HugFromMe*

(cerita saya tulis dengan sedikit penambahan kata, dengan tidak mengubah esensi cerita dari narasumber)

Yuli Sukarjo Odojer #1277

Thursday, 10 April 2014

Jadi PJ Itu...

#GaraGaraODOJ Part 2

Jadi PJ itu...

1. Seperti Sedang Jatuh Cinta!

Iya... Bentar-bentar liat HP...
Ngg' peduli sesibuk apapun hari itu, pasti disempet-sempetin mantengin HP. Trus kadang senyum-senyum sendiri, ada perasaan bahagia tak terlukiskan saat ada yang lapor kholas. Kadang terbawa mimpi udah rekap belum nya. Suka dagdigdug di menit2 terakhir seperti siswa SMA mau nerima raport.  Beneran!

2. Seperti Debit Collector

Iya... Abis suka kemana-mana bawa kertas ma pulpen, buat contrengin anggota yang kholas, suka japri sana-sini juga :)

3. Seperti dokter jaga

Iya... Malam-malam pun kita nyempetin banget ngadain pengecekan,meneliti kembali bener ngg' sih rekapan yang kita buat... Bila perlu begadangin :D

4. Seperti pedagang ONLINE

Mantengin gadget liat orderan? Iya, cuma ini bedanya kita mantengin laporan pahala. subhanallah walhamdulillah Lailla HaillaLlah Allahuakbar...

5. Seperti pekerja di lembaga Nirlaba

saya yang dulunya cuek bebek , jadi bisa merasakan perasaan admin saat  times out tapi anggota belum kholas semua, jadi mengerti bahwa seolah2 hari itu adalah tanggung jawab kita sepenuhnya untuk membuat semua anggota kholas. Jadi mengerti betapa berat tugas admin, semoga Allah melimpahkan kesehatan dan keikhlasan kepada semua admin . Aamiin...

6. Odoj Virus spreaders in disguise

Iya... Jadi PJ itu seperti penyebar virus berODOJ terselubung!

Satu hari, saya jadi PJ saat weekend. Pas jalan ama temen, lirikin HP mulu. Eh, Sahabat(S) saya nanya
S : '' Apaan sih Yuli... Kok ada buah-buahan ... Ih lucu banget...''
(kebetulan hari itu menu tilawahnya dibuat bervariasi buah)

Y : '' ini... Aku jadi PJ ODOJ...''
(jawaban kalem, sambil nunjukin HP, abis dari tadi dia curi pandang)

S : '' ODOJ? Kayanya aku pernah denger deh. Apaansih tuh?''

Y : '' itu loh...''
(Dan bla bla bla, babibu, penjelasanku seperti Marketer Asuransi Unit Link :D)

S : '' aku mau donk! Daftarin donk...''

Yeyyy!!!! Dapet satu pasukan jihad! #lebay

Dihari yang lain saya menjadi PJ, it is worst than before. Saya salah kirim pesen. Nyasar ke si Boss :D

Y : ''
(biasanya ini jawaban kalau ada anggota yang lapor)

B : '' what's that? ''

Y : '' ups. Sorry, wrong window
(ampun... Dagdigdug mau copot juga jantungku)

B : (langsung nyamperin) well, I saw you online all the time. Are you in love or something?

Y : (serba salah) Emmm....
(dilema antara jujur dan kalau boong takut dosa)

B : '' which guy? ''
(bos nyerobot HP. Ini nich!!! Nyebelin)
What's this ? Hemm... you have another bussiness?
(dia melotot)

Y : ( dasar ngg' mudeng tapi suka suudzon ) No! I am being the supervisor for Qur'an reading grup today!

B : ''ow... Interesting! you should tell me further about this programe''

Alamak... Aku jelasin juga kamu ngg' mudeng mbakyu (menggerundel sambil masukin HP ke laci- mencoba menyudahi percakapan)

Dan si boss yang atheis pun cuma cengar-cengir, ini tabiat ia kalau sudah bikin pekerjanya sewot

6. Kebahagiaan

Iya, jadi PJ itu kebahagiaan yang undescribeable. Tak dapaat dijelaskan. jika hari itu khatam, bahagianya melebihi seorang anak kecil yang baru belajar puasa, lagi lemes2 nya, eh... Denger bunyi bedug magrib. Melebihi Seperti saat hari ulang tahunmu, dan kamu mendapatkan hadiah yang bener2 kamu inginkan, dari seseorang yang spesial. Pokoknya jadi PJ itu berkah...

Kalau kamu, jadi PJ itu seperti apa? Yuk share! :)

Setelah saya share kisahku jadi PJ, saudariku se-grup langsung share. (M Rini, Izin share ya *cipok M Rini)

“Tambahin yaa.. Menjelang tidur pun sampe ditegur suami.. Mati in dong lampu nya aku mau tidur (dia ga bisa tidur kalo lampu nyala), udah malam koq masih chatting aja..  Atau anakku yg bungsu 8 th, "mama aku ga bisa bikin PR nih ajarin dong dr tadi mama sibuk sama HP aja.." Blm lagi Khodimat "Bu masak apa hari ini? " terserah kamu aja deh , ibu lg sibuk nih ga sempet mikir masakan..hahaha ”

Tanpa saya edit! Saya ketawa malah...

Nah, ini share pengalaman dari Kiki, adik se-grup, yang super super kreatif kalau jadi PJ.

“seru... Menyemangati yang lain untuk khatam itu rasanya nyemangatin diri sendiri juga... Dan asyik... Karena bisa pilih-pilih tanda apa untuk memberi hadiah bagi yang kholas... Dan bener... Kemana-mana baca catetan kaya tukang kredit. Haha”

Itu kisah kiki :)
Dan saya terenyuh saat dia menunjukan catetan contrengan dia saat jadi PJ. So neat...