Tuesday, 13 May 2014

Sedekah Dilahan Gembur

Masih ingat ilmu COPAS PAHALA yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu? Kalau lupa-lupa ingat, silahkan dibaca kembali disini :

Belajar dari ODOJ, Copas Pahala http://planet-yuli-idea.blogspot.com/2014/05/belajar-dari-odoj-copas-pahala.html

Nah, hari ini saya ingin mengingatkan diri saya (terutama) dan kita semua tentang INVESTASI SEPANJANG MASA.

Ketika diluar sana sedang HOT-HOT nya ditawarkan berbagai bentuk investasi,  mulai dari RD yang memang sedang booming, bisnis properti, emas, logam mulia, dan masih banyak hal-hal lain, bagi sebagian kita yang kurang mengenal jenis2 investasi (seperti saya contohnya) , sering terbersit pertanyaan ''Aman ngg' ya duitku disitu?'' atau '' Entar 5 tahun lagi duitku jadi berapa ya?'' Dan masih banyak pertanyaan lain yg jawabannya rumput yang bergoyangpun tak bisa menjawab! :)

Nah, solusi untuk kita yang awam ini menurut hemat saya  adalah memprioritaskan tawaran ALLAH ROBBUL IZZATI tentang investasi SEPANJANG MASA!

Maksudnya, investasi ini bisa menghasilkan keuntungan (pahala) sepanjang masa, selama kita hidup dan bahkan setelah kita meninggal. Apa itu? Yaitu SEDEKAH DAN AMAL JARIAH.

Sebagaimana dengan investasi dibidang real, kita dituntut mempertimbangkan sisi benefit dan profit dari jenis investasi yang kita pilih, contoh, bila kita memilih investasi dibidang saham, maka saham2 bluechip hendaknya menjadi prioritas. Saham yang akan terus bergerak naik menghasilkan keuntungan karena bergerak dibidang KEBUTUHAN SEHARI-HARI , bukan musiman. Begituula dengan SEDEKAH. Memilih LAHAN GEMBUR untuk bersedekah, adalah utama.

WAJIBKAN pada diri kita untuk selalu bersedekah khususnya untuk hal-hal yang STRATEGIS, meringankan harkat dan martabat orang lain. Jadi memilih target sedekah pun harus cermat. Bukan berarti pilih-pilih, tapi memang harus selektif *bedabahasadoank :p

Contoh, sedekah kepada para penghafal Alqur'an...

Akhlak mulia para penghafal Alqur'an semasa hidupnya, dan apabila selama hidup dia mengajarkan ilmunya kepada orang lain, maka pahala yang dia dapatkan akan mengalir kepada kita. Bila murit dia menularkan kepada yang lain, kita pun masih kecipratan pahala si murit, begitu seterus nya dan seterusnya, sampai berhenti nya dunia ini.

Segala puji bagi Allah , penggenggam langit yang dengan murahnya mencurahkan air  yang dengan air itu membersihkan bumi dan isinya dari hal-hal yang kurang baik.

Semoga Allah SWT mengaruniakan kepada kita harta yang melimpah, agar dengan harta itu kita menjadi ahli ibadah, ahli sedekah. Aamiin...

Tuesday, 6 May 2014

Berkah ODOJ, Nagkep Maling!

Na'imatus Sholiha... Gadis cantik, baik hati, ramah tamah dan suka menabung (:p) ini disebut sebagai ''JAGOAN'' nya grup ODOJ #1277! Penasaran kenapa? Keep reading, girl! :)

Bagaimana tidak? Apoteker cantik satu ini JAGOAN ambil lelangan. Hampir tiada hari tanpa dia lewatkan mengambil lelangan, bahkan sering lebih dari dua juz lelangan! (belum jatah dia sendiri, loh! MashaAllah...semoga nular ke saya )

Sebab lain dia disebut JAGOAN adalah dia memang benar-benar seperti JAGOAN! Kala itu, Na'im sedang tilawah ketika semua orang tertidur lelap. Tiba-tiba dia mendengar suara-suara tak lazim dirumahnya. Seketika, dia menghentikan tilawahnya dan dengan keberanian bak  Nusa’ibah Binti Ka’ab, sang ahli pedang di perang  Uhud Dan hanya bersenjatakan mushaf (masih  membopong  mushaf) dia berteriak sekeras mungkin membuat si pencuri yang bertubuh kekar dan hitam lari tunggang langgang!

Sekedar info, meskipun Na’im lahir dan berdomisili di Papua, dia pandai berbahasa jawa, loh! Propinsi di timur Indonesia,yang mayoritas penduduknya non-muslim itu, tetap tak mengubah semangat  tilawahnya

Bayangkan kalau OKI Setiana dalam film ODOJ, hanya menghadapi preman yang seganteng Teuku Wisnu, JAGOAN kita ini melawan preman baja hitam! (Red : badannya keras dan hitam :D). MashaAllah... Satu lagi kisah...Allah menyelamatkan hamba-Nya dari petaka dengan perantara ODOJ (bertilawah)

Info lain yang tak kalah menggembirakan, gadis periang yangmemiliki hobi berdendang disaat klinik tempat bekerja nya masih sepi ini masih SINGLE! tentang keshalihah-an nya, InshaAllah sesuai namanya. Anda punya kandidat sholih? Yuk kita ta'arup-in! Japri saya ya *SenyumMenggoda*
(pakai Helm. Takut dijitak Na’im)

Balada ODOJers

Kisah-kisah di BALADA ODOJERS Adalah kisah nyata dari para sahabat BMI HK yang tergabung dalam komunitas  ODOJ yang mereka ceritakan kepada saya, entah di chat secara pribadi, atau saat hang out atau kapanpun mereka bercerita. Dan seperti biasa i am listening and writing :p. MashaAllah... Betapa penuh tantangan, menegakkan syariat dinegeri KAFIR,  Seru-seru!

Balada BMI, Sang Odojers (1)

Sudah bukan rahasia lagi, kalau antrian di bank pada hari minggu itu MasyaAllah. beruntung, Bank Mandiri adalah bank satu-satunya di HK yang memiliki Mushola dan toilet untuk mengambil Wudhu. Ini bukan promosi, tapi saya sangat mengapresiasi kejelian Bank Mandiri dalam melihat kebutuhan BMI, yaitu sulitnya mencari tempat untuk shalat di Hongkong. Semoga Bank Mandiri selalu diberkahi Allah Subhanahu wata'ala. Aamiin...

Ketika melihat antrian yang mengular, saya segera mengambil wudhu, dan berbaris manis kembali, lalu membuka aplikasi Qur'an di HP saya (bersyukur juga ada tehnologi) dan bermaksud menyelesaikan jatah ODOJ saya. Tak terasa...kurang lebih 50 menit berlalu, satu juz pun sudah habis, dan antrian saya tinggal satu orang lagi. MasyaAllah... Saya antri tanpa mengeluh, tanpa gibah, tapi tetap dengan sumringah dan jatah tilawah selesai sudah.

segala puji bagi Allah yang telah mengenalkan saya pada ODOJ.

(From Narti, odojer #2259)

Balada BMI, Sang Odojers (2)

''Berada disebuah komunitas yang menerimaku APA ADANYA, praktis membuatku nyaman didalamnya dan  seolah-olah menemukan diriku kembali yang sudah sekian lama tersesat

Dulu aku terjebak kedalam pergaulan bebas, lesbian. Aku sempat bangga dengan kemaksiatan-kemaksiatan yang ku lakukan. Aku bangga dengan gemerlapnya dunia di lembah nista itu. Aku bangga dengan fashion BRANDED yang aku kenakan. Lebih parah, aku bangga dengan ''hilangnya'' diriku sebagai perempuan. Astagfirullahaladhim...

Hingga suatu ketika, Allah Arrahman kembali mengumpulkanku dengan komunitas perempuan-perempuan berhijab dan bertilawah, komunitas ODOJ

Semula aku risih, mengingat ''penampakanku'' yang lain daripada yang lain. Namun ternyata mereka menerimaku dengan segala ''keanehanku'' dengan ikhlas. Bimbingan dan support mereka semakin menguatkan tekadku untuk kembali menapaki jalan yang seharusnya.

Jujur, saat ini hati kecilku menjerit. Hatiku sudah kepanasan dengan keadaanku yang jahiliyah ini, aku ingin berhijab, aku ingin segera berpenampilan layaknya seorang perempuan. Namun dominasi suara dibagian hati yang lain masih bertentangan. Aku belum siap...

Aku terus berusaha, berproses...
Berusaha menjaga shalat lima waktu, memperbanyak membaca Alqur'an, dan  amalan-amalan lain yang dulu sempat aku tinggalkan.

Cercaan dan hinaan datang bertubi-tubi, terutama dari teman-temanku yang tak suka aku berubah

'' Loe lama-lama jadi bencis pakai rok deh, Bro!''

Dan ejekan-ejekan yang membuatku mengelus dada. Loh, bukankah seharusnya pakaian kebesaranku adalah rok?

Tak mengapa, aku ikhlas. Semoga Allah selalu mengaruniakan rasa ikhlas dalam hatiku, semoga Allah selalu mengirim orang-orang yg tulus kepadaku, dan membuatku semakin mengenal-Nya. Aamiin...''

Kisah ini seperti penuturan saudariku ''A'',  semoga menjadi ibroh. Bahwa sesunggunya, banyak diantara mereka yang ingin berubah, tapi tak tau caranya. Mari jadikan diri kita, salah satu jalan untuk mereka berubah. MENGAJAK, bukan MENGEJEK... MENUNTUN bukan sekedar MENONTON dan balik kanan menggibah mereka. Semoga Allah menambahkan kemantapan hati kepada saudari kita, agar segera menyongsong kebahagiaan sebagai wanita, muslimah.

Saya yakin, suatu hari nanti, saudari kita ini akan menjadi KADER DAKWAH yang handal, penda’wah bagi komunitas2 yang pernah dia singgahi, yang kita sendiri sulit menjangkau mereka. Saudari kita sudah disiapkan Allah menjadi ANAK PANAH yang menembus sudut2 kelamnya viktoria. Aamiin...

(Ariel, Odojer #2715)

Balada Odojer (3)

Secara tidak langsung, ODOJ mengubah perilaku dan kebiasaan para pesertanya. Tentu kearah yang lebih baik. Senantiasa menjaga wudhu dan  membawa mushaf saat bepergian adalah dua hal yang MUTLAK menjadi kebiasaan baru para odojers.

Termasuk sahabat odojer kita yang satu ini. pekerjaannya sebagai BMI yang memiliki jam kerja hampir 24 jam tak menyurutkan tekadnya bertilawah. Kebiasaan jahiliyah ''arisan on the phone'' sudah dia tinggalkan semenjak ikut ODOJ.

Hari-hari Siti, Odojer  grup #1277 kini diisi dengan bertilawah. Begitu ada waktu luang, tak segan dia akan segera mengambil lelang, tilawah membuat hatinya lebih senang. Tilawah membuat perasaannya lebih tenang. Tilawah sambil momong. Tilawah di kereta, tilawah sambil nungguin anak berenang. Tilawah, tilawah, tilawah! Dimanapun!  Tilawah baginya sudah seperti kokain, nyandu!

Hari sabtu adalah tantangan tersendiri bagi BMI Odojers. Semua tau, bosses around, loupan hai oghe :)
termasuk majikan Siti

Tak hilang akal, dia melaksanakan tugas maisung secepat kilat. Setelah itu dia duduk ditaman. Apalagi kalau bukan bertilawah?! MashaAllah...

Sampai waktu kurang lebih satu jam, HP nya berdering, Dai-dai is calling.

''Siti, where are you?''

'' I am waiting  for the minibus, Mam''

''Oh, Ok. I am just worried, you were out for so long''

''No worry, Mam. I am fine. Thank You''

Ya Muqolibal Qulub... Engkau yang maha membolak-balik hati. Lihatlah, majikan dia tidak marah, malah khawatir terjadi sesuatu dengannya.

Ketika di negeri ISLAM banyak kutemukan perilaku KAFIR. Kini dinegeri KAFIR  kutemukan ISLAM . (Ya miqolibal qulub, tsabit qolbi ’ala dinik)

Seperti janji-Mu, siapa yang menolong agamaMu, Engkau pun akan menolongnya

Haji (Al-Ĥaj):40 - (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa

Semoga dengan menjadi BMI, tak menjadikan itu sebagai alasan  kita untuk tidak melaksanakan perintah-perintah Allah, Robb semesta alam. Aamiin...

(Arisah, Odojer #1277)

Belajar dari ODOJ, Copas Pahala

COPAS PAHALA

Geek, GadgetLover, pengguna HP sejati, tentu sudah tau ilmu COPAS, bukan?

YUP! Kita meng-COPY sebuah tulisan/artikel lalu kita PASTE dan sebarkan ke orang lain.

Mari kita ambil TRIK ini untuk melipatgandakan PAHALA kita.

Analogi nya begini, kita sedekah 50 ribu, tapi kita ingin dihitung Allah 500 ribu? Caranya gampang. Tinggal kita suruh 10 orang yang kita kenal untuk bersedekah 50 ribu. InshaAllah ...

Lalu apakah pahala teman yang bersedekah itu berkurang? Tentu tidak!

Kalau kita copas sebuah artikel, apakah artikel aslinya akan hilang? Tidak, bukan?

Hal ini sama saat membaca Alqur'an. Jika kita membaca satu Juz perhari dan berharap pahala orang membaca 30 Juz , maka kita ajak teman/sahabat/keluarga kita untuk membaca satu Juz perhari. maka InshaAllah pahala orang yang membaca Alqur'an atas seruan kita itu akan masuk kedalam REKENING TABUNGAN INVESTASI AKHERAT kita. InshaAllah...

Barang siapa menunjukan kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya (HR: Muslim)

Terus... Ajak orang lain sebanyak2nya, jika kita konsisten, istikomah... Semoga kita dikaruniai keringanan lidah untuk selalu menyeru kepada kebaikan. Aamiin...

(Artikel  ini sengaja saya khusus untuk saudariku FMSers, I Love you all)

Ikut ODOJ dibilang orang ikutan TREND?

#GaraGaraODOJ 5

Ikut ODOJ, dibilang orang ikutan TREND?

Iya, saya sering mendapatkan pernyataan seperti ini. Saya sih menyikapinya dengan santai. Karena yang namanya TREND, mau tidak mau, langsung atau tidak langsung kita dipaksa IKUT! Meskipun awalnya hati kecil kita mengelak.   Saya dulu pernah ikut2an “TREND” juga, trend fhasion, musik, gaya bahasa, dan trend2 lain. Hasilnya apa? Hasilnya kantong bolong hati kosong.

Nah, tidak ada salahnya donk, sekarang saya ikuti TREND juga? Yup! Dan trend ini menentramkan hatiku. Aku memang belum bisa mencapai derajat IKHLAS! LILLAH... Belum. Masih jauh kesitu. Tapi dalam do’aku, semoga Allah yang Maha Membolak Balik Qolbu, meluruskan niatku.

Banyak juga yang bilang RIYA’.
Hm... Sesungguhnya, RIYA’ dan UJUB itu beda nya sangat tipis. Ketika kita beribadah terang2an dan dianggap Riya’, kembali memohon pada Allah agar diluruskan niat kita adalah hal terbaik

Ketika beribadah diam2 pun, kita rentan dengan UJUB. berbangga diri. Naudzubillah

Karena itulah beberapa cara syetan untuk membelok kan hati kita. Tugas kita (saya) apa? Ya berusaha keras nglempengin niat aja. Kalau toh dijalan masih belok, istigfar, lurusin lagi. Syetan nyerang lagi? Bersyukurlah.

Selama syetan masih mengganggu kita, selama itu pula kita masih dijalan iman. Syetan ngg akan repot2 mengganggu org2 yang ingkar. Karena syetan udah nganggep si ingkar itu adalag balakurawa dia

Astaffirullahaladhim... A’uzubillahiminnassyaitonirojim...

Yuli Sukarjo, Odojers #1277

Belajar Menjadi Orangtua Yang Baik dari ODOJ

#GaraGaraODOJ 6 #LearnParenting #CeritaSahabat

Saudariku sesama ODOJer grup #1277, Lia, menuturkan sebuah kisah pengalaman pribadinya tentang ber-ODOJ, yang membuat saya sempat meneteskan air mata, berikut saya kutip ulang :

'' Berkah ODOJ, saya jadi lebih bisa memanage waktu, lebih disiplin pada diri sendiri, dan lebih dekat dengan keluarga

Dulu sebelum kenal ODOJ, kesibukan saya menjadi alibi untuk -hanya sekedar MENYURUH ANAK MENGAJI- atau mendatangkan guru ngaji kerumah. Memang, anak saya pun mengaji. Dan kehidupan keluarga kami terus berjalan seperti biasa

Dari ODOJ juga saya menyadari betapa pentingnya berkumpul dengan komunitas yang saling menyemangati. Pernah, HP saya hilang, padahal nomer telepon nya adalah yang tergabung dengan grup ODOJ 1277, Sampai lebih dari seminggu saya lost contact dengan anggota yang lain, apa yang terjadi? Saya lumayan males2an lagi bertilawah, tidak adanya seseorang yang mengingatkan DL perJuz nya, tidah melihat teman2 yang biasanya begitu cepat kholas. Saya jadi ogah2an. Beruntung ADMIN grup saya Inbox ke akun FB saya. MashaAllah... Mereka masih setia menunggu kabar saya yang hilang semingguan itu. 

Hingga beberapa bulan setelah saya DHAWAM kan ODOJ, jungkir balik memanage waktu, membuat saya menemukan waktu yg tepat untuk bertilawah. Tak perduli saya dirumah, atau bahkan di luar kota sekalipun. Bukankah diluar kota pun, kita masih dikawal Rokib dan Atit sebagai pencatat amal perbuatan kita?

Hingga suatu waktu saya mendapati perubahan drastis gaya menelfon anak saya ketika diluar kota. Yang sebelumnya lebih cenderung : ''Mama...minta oleh-oleh ini ma, minta belikan sesuatu, Ma...''

Dan sekarang : '' Mama... Kangen Ma, cepet pulang donk, Ma... Kan dirumah sepi kalau yang ngaji cuma Papa, Ma...pulang cepet ya Ma... Ngaji lagi sama adek...”

Saya tersenyum dan ada rasa syukur ... Meskipun diujung percakapan, mereka tetap minta oleh-oleh... 

Disinilah, saya semakin mengerti, bahwa kebanyakan kesalahan kita sebagai orangtua dalam mendidik anak, adalah terlalu banyak MENYURUH. Mereka, anak-anak kita bukan bawahan kita, sudah selayaknya kita MENJADI contoh, bukan hanya MEMBERI contoh, setelah itu menyuruh mereka melakukannya

Dan esensi dari semua ini, membuat saya memahami, sejatinya  hubungan dalam keluarga itu akan berqualitas, kedekatan seorang anak terhadap orangtuanya akan lebih bermakna dengan memperbanyak waktu yang kita LUANGKAN, bukan waktu diluar rumah yang kita UANGKAN''

Demikian beliau berkisah. MashaAllah... Banyak hikmah yang saya ambil.
Hemm... beda huruf ''L'' kalau boleh saya artikan dalam kata LUANGKAN adalah L-UAR BIASA

Terima Kasih Mbak Lia, semoga kita selalu istikomah *HugFromMe*

(cerita saya tulis dengan sedikit penambahan kata, dengan tidak mengubah esensi cerita dari narasumber)

Yuli Sukarjo Odojer #1277

Thursday, 10 April 2014

Jadi PJ Itu...

#GaraGaraODOJ Part 2

Jadi PJ itu...

1. Seperti Sedang Jatuh Cinta!

Iya... Bentar-bentar liat HP...
Ngg' peduli sesibuk apapun hari itu, pasti disempet-sempetin mantengin HP. Trus kadang senyum-senyum sendiri, ada perasaan bahagia tak terlukiskan saat ada yang lapor kholas. Kadang terbawa mimpi udah rekap belum nya. Suka dagdigdug di menit2 terakhir seperti siswa SMA mau nerima raport.  Beneran!

2. Seperti Debit Collector

Iya... Abis suka kemana-mana bawa kertas ma pulpen, buat contrengin anggota yang kholas, suka japri sana-sini juga :)

3. Seperti dokter jaga

Iya... Malam-malam pun kita nyempetin banget ngadain pengecekan,meneliti kembali bener ngg' sih rekapan yang kita buat... Bila perlu begadangin :D

4. Seperti pedagang ONLINE

Mantengin gadget liat orderan? Iya, cuma ini bedanya kita mantengin laporan pahala. subhanallah walhamdulillah Lailla HaillaLlah Allahuakbar...

5. Seperti pekerja di lembaga Nirlaba

saya yang dulunya cuek bebek , jadi bisa merasakan perasaan admin saat  times out tapi anggota belum kholas semua, jadi mengerti bahwa seolah2 hari itu adalah tanggung jawab kita sepenuhnya untuk membuat semua anggota kholas. Jadi mengerti betapa berat tugas admin, semoga Allah melimpahkan kesehatan dan keikhlasan kepada semua admin . Aamiin...

6. Odoj Virus spreaders in disguise

Iya... Jadi PJ itu seperti penyebar virus berODOJ terselubung!

Satu hari, saya jadi PJ saat weekend. Pas jalan ama temen, lirikin HP mulu. Eh, Sahabat(S) saya nanya
S : '' Apaan sih Yuli... Kok ada buah-buahan ... Ih lucu banget...''
(kebetulan hari itu menu tilawahnya dibuat bervariasi buah)

Y : '' ini... Aku jadi PJ ODOJ...''
(jawaban kalem, sambil nunjukin HP, abis dari tadi dia curi pandang)

S : '' ODOJ? Kayanya aku pernah denger deh. Apaansih tuh?''

Y : '' itu loh...''
(Dan bla bla bla, babibu, penjelasanku seperti Marketer Asuransi Unit Link :D)

S : '' aku mau donk! Daftarin donk...''

Yeyyy!!!! Dapet satu pasukan jihad! #lebay

Dihari yang lain saya menjadi PJ, it is worst than before. Saya salah kirim pesen. Nyasar ke si Boss :D

Y : ''
(biasanya ini jawaban kalau ada anggota yang lapor)

B : '' what's that? ''

Y : '' ups. Sorry, wrong window
(ampun... Dagdigdug mau copot juga jantungku)

B : (langsung nyamperin) well, I saw you online all the time. Are you in love or something?

Y : (serba salah) Emmm....
(dilema antara jujur dan kalau boong takut dosa)

B : '' which guy? ''
(bos nyerobot HP. Ini nich!!! Nyebelin)
What's this ? Hemm... you have another bussiness?
(dia melotot)

Y : ( dasar ngg' mudeng tapi suka suudzon ) No! I am being the supervisor for Qur'an reading grup today!

B : ''ow... Interesting! you should tell me further about this programe''

Alamak... Aku jelasin juga kamu ngg' mudeng mbakyu (menggerundel sambil masukin HP ke laci- mencoba menyudahi percakapan)

Dan si boss yang atheis pun cuma cengar-cengir, ini tabiat ia kalau sudah bikin pekerjanya sewot

6. Kebahagiaan

Iya, jadi PJ itu kebahagiaan yang undescribeable. Tak dapaat dijelaskan. jika hari itu khatam, bahagianya melebihi seorang anak kecil yang baru belajar puasa, lagi lemes2 nya, eh... Denger bunyi bedug magrib. Melebihi Seperti saat hari ulang tahunmu, dan kamu mendapatkan hadiah yang bener2 kamu inginkan, dari seseorang yang spesial. Pokoknya jadi PJ itu berkah...

Kalau kamu, jadi PJ itu seperti apa? Yuk share! :)

Setelah saya share kisahku jadi PJ, saudariku se-grup langsung share. (M Rini, Izin share ya *cipok M Rini)

“Tambahin yaa.. Menjelang tidur pun sampe ditegur suami.. Mati in dong lampu nya aku mau tidur (dia ga bisa tidur kalo lampu nyala), udah malam koq masih chatting aja..  Atau anakku yg bungsu 8 th, "mama aku ga bisa bikin PR nih ajarin dong dr tadi mama sibuk sama HP aja.." Blm lagi Khodimat "Bu masak apa hari ini? " terserah kamu aja deh , ibu lg sibuk nih ga sempet mikir masakan..hahaha ”

Tanpa saya edit! Saya ketawa malah...

Nah, ini share pengalaman dari Kiki, adik se-grup, yang super super kreatif kalau jadi PJ.

“seru... Menyemangati yang lain untuk khatam itu rasanya nyemangatin diri sendiri juga... Dan asyik... Karena bisa pilih-pilih tanda apa untuk memberi hadiah bagi yang kholas... Dan bener... Kemana-mana baca catetan kaya tukang kredit. Haha”

Itu kisah kiki :)
Dan saya terenyuh saat dia menunjukan catetan contrengan dia saat jadi PJ. So neat...

Wednesday, 9 April 2014

ODOJ, I am In Love

#GaraGaraODOJ part 1

Membaca Alqur'an dengan tartil, (QS. Muzammil) membuat saya kembali membuka buku tadjwid saya, dan seketika anganku melambung, saat aku punya suami nanti...
(Allah... Ijinkan beliau #CalonImamku membacanya )

Duhai #Imamku, ketahuilah ... bahwa hatiku dan diriku telah JELAS dihalalkan Allah untukmu seperti bacaan Idzhar

Dan meskipun aku tau, bahwa poligami fine dalam islam, aku ingin engkau dan aku seperti Idghom Bilagunah, berdua saja, lam dan Ra'. huruf lain? Masuk ke bacaan lain :)

Duhai suaimiku, sayangku padamu adalah Mad Thabi'i dalam Alqur'an, buanyakkkkk... Cintaku seperti Mad Lazim... Paling panjang diantara sekian Mad!

Suamiku, namamu sama halnya huruf Tafkhim, tercetak tebal difikiranku. Gerakmu seperti idghom bigunah dab bacaan hunnah, mendengunggg...dalam dada dan jiwaku

Engkau yang pemalu, yang mencintaiku karena Allah... jika aku bersamamu, aku merasa masa depanku jelas terbaca seperti Alif Lam Qomariyah.

Suamiku, meskipun Idghom Mutajanisain identik dengan kita, perjumpaan dua huruf yang sama makhrajnya namun berbeda sifatnya,  namun aku selalu berdo'a agar cinta kita terhenti sempurna seperti Waqof Lazim, terpisah oleh maut

Suamiku, meskipun setiap hari bersama, namun pandangan matamu terhadapku laksana Saktah! Aku hanya bisa terpana dan menahan nafas.

Iya benar, Mim Mati ketemu Ba adalah Ikhfa Safawi, aku bertemu kamu adalah cinta mati :), Idghom Mutamaatsilain, engkau melebur dalam diriku dan aku menyatu padamu, Iqlab... Aku masuk dalam dirimu, menyatu

Setiap kali engkau mengecup keningku, hatiku bagaikan Qolqolah Kubro... Terpantul-pantul dengan keras

Sama halnya dengan Mad 'Aridh dimana tiap Mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti, pandanganku pun hanya berhenti padamu. Dan ketahuilah ... Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro' saja , begitu juga aku yang hanya untukmu, jadikan aku Mad Aridh Lisukun ... Yang terakhir untukmu :)

Yully Sukarjo, ODOJER #Grup1277

Sunday, 6 April 2014

Millad Dan Perayaannya

Masjid Amar Wanchai, 6 April 2014, Halaqoh Minggu mengadakan pengajian dalam rangka miladnya yang ke-14. Lantai-3 dipadati jamaah yang sangat antusias menyimak tausiah yang disampaikan langsung oleh pembina organisasi tersebut, Ustadz Muhaimin Karim MA.

Dalam tausiahnya, beliau menjabarkan deskripsi dari MILAD atau Hari Jadi Itu sendiri dan surat dalam Alqur’an yang berafiliasi dengan hal ini. Menurut beliau, surat ke-108, surat Al-Kautsar adalah penjelasan gamblang tentang milad dan cara merayakannya

Bismillahirohmanirohim...

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
2. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah.
3. Sesungguhnya orang-orang yang membeci kamu dialah yang terputus.
(Terjemahan sura Al-Kautsar ayat 1-3)

Makna millad terkandung dalam ayat pertama, yaitu NIKMAT YANG BANYAK (kautsar berasal dari kata KATSIR yang artinya banyak) yang Allah berikan kepada kita, berupa umur dan kehidupan.

Maka, cara merayakannya adalah dengan BERSYUKUR dan menjalankan ayat ke-2, DIRIKANLAH SHALAT UNTUK RABBMU , Dan berkorbanlah. Berkorban disini menurut beliau adalah berkorban dalam arti yang lebih luas. Yaitu bersedekah.

Sedangkan ayat terakhir menjelaskan tentang tidak pentingnya PENDAPAT ORANG LAIN! Asalkan kita mulia dimata Allah, itu sudah cukup. Biarkn orang lain membenci apa yg kita kerjakan, sejatinya kebencian itu akan merusak diri mereka sendiri, tak akan mendatangkan manfaat atau mudarat untuk diri kita.

Terakhir, beliau menganjurkan kita untuk senantiasa memohon hanya kepada Allah... Menjadikan Allah satu2 nya tempat kita bergantung. Membenarkan tauhid kita

Karena Allah Maha Pemalu. Allah Malu bila hambanya menengadahkan tangan dihadapanNya. Malu jika tak mengabulkan doa hamba tersebut. MasyaAllah...

Acara berlangsung hikmad dan ditutup do’a oleh beliau meskipun materi belum sempat dibahas semua karena beliau sudah dijemput oleh wakil dari organisasi lain untuk mengisi tausiah. Semoga Allah memanjangkan umur guru kami, dan menyehatkan jasmani dan rohani beliau. Aamiin...

Wednesday, 2 April 2014

Ustad Yusuf Mansyur In Hongkong

Fortress Hill, Sabtu, 22 Maret 2014, Jst Dance Cafee dipadati ratusan BMI yang sangat antusias menunggu kehadiran Murobbi tercinta, Ustadz Yusuf Mansyur.

Acara yang diadakan secara mendadak ini tidak menyurutkan niat para jamaah untuk hadir, yang pada bulan sebelumnya sempat kecewa karena sang ustadz tidak bisa hadir pada tanggal yang telah dijanjikan dikarenakan beliau harus mengisi kahian ditempat lain.

Pada kesempatan ini, Ustadz yang kondang dengan ilmu sedekah ini kembali mengisahkan beberapa pengalaman jamaah tentang keajaiban bersedekah yang patut dijadikan iktibar bagi jamaah yang hadir.

Diantara point-point yang bisa saya rekap dari ceramah beliau adalah :

~Barang siapa yg bersyukur maka akan ditambahkan nikmatnya. Dan Kebalikannya, jika tak bersyukur, maka LANGSUNG dikasih siksaan oleh Allah. Apa itu? Yaitu rasa kurang puas itu sendiri. Naudzubillahimindalik.

~Kenapa orang susah berdo'a ngg' dikabul2 in? Karena dia berdo'a untuk diri dia sendiri. Padahal kalau dia berdoa untuk orang lain, justru akan dikabulin. Do'a org susah itu makbul. Intinya, ngasih doa ke orang aja pelit. Apalagi ngasih yang lain? Saling doa mendoakan sangat beliau anjurkan, karena kita tidak tahu, amin dari mulut siapa doa itu akan dikabulkan

~Kalau bisa jangan biarkan kesedihan kita diketahui orang lain. Cukup Allah. Bawa kesedihan mu ke sajadah. Ngadu ama Allah! Enjoy your sedih
Masya Allah...

~ Yakin tanpa iman is nothing! If you think you are number one, yes you are! (kata2 ini beliau ucapkan dengan berapi-api)

Setelah berhasil membuat jamaah cengengesan dengan gaya khas beliau, segera belia mengatur jamaah merapikn barisan, mencari pasangan untuk doa mendoakan, disesi inilah terdengar isak tangis para jamaah. Sedu sedan tanda kekhusyu’an

Disesi terakhir pembicaraan beliau, tidak seperti biasa melakukan penodongan sedekah kepada jamaah. Namun terlihat para jamaah sudah terketuk hatinya, saling berebut maju ke depan memenuhi surban yang digelar panitia dengan rejeki-rejeki terbaik mereka. Semoga dibalas Allah dengan berlipat ganda. Aamiin...

Acara yang digelar satu sesi ini juga diramaikan oleh Star Nasheed (Deni, Bana, Jundy) yang melantunkan beberapa shalawat dan juga lagu Uje, Bidadari Syurga yang disambut riuh oleh para calon bidadari syurga . :)

Wednesday, 12 March 2014

Friday Mubarok Special

Friday Mubarok Special atau FMS adalah sebuah program penggalangan sedekah setiap hari jum’at. Kenapa hari jum'at? Kenapa bukan hari senin atau hari lain?

1. Keutamaan hari jum'at dibandingkan hari lain

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, hari Jum’at adalah hari ibadah. “Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum’at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di bulan Ramadhan” (Zadul Ma’ad: 1/398).

“Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat waktu mustajab. Bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan berdoa kepada Allah niscaya akan dikabulkan…” (Muttafaqun ‘Alaih).

Menurut Ibnu Qayyim:  “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan…”.

Hadits dari Ka’ab menyebutkan,  “Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”. (Mauquf Shahih).

2. Menyegerakan kebaikann adalah SUNAH MUAKAD.

Bala' atau halangan rintangan akan datang  (bahkan saat ini juga)jika Allah berkehendak. Tidak menunggu gajian, tidak menunggu hari minggu. Karena faktanya, kebanyakan dari kita hanya bersedekah saat hari minggu, atau saat libur saja

“Sesungguhnya shadaqah itu dapat memadamkan murka Allah dan dapat menolak cara mati yang buruk. ” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Baihaqi).

Atau ada beberapa diantara kita, yang sanak famili nya sakit, atau memiliki urgensi hajat (anak ujian, jual sawah belum laku, dll), InshaAllah dimudahkan dg sedekah. Aamiin...

Obat mujarab –sebut saja ‘obat ekstra’—bagi sebuah penyakit adalah sedekah, sebagaimana hadits: “Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan bersedekah” (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih al-Jami’).

3. Syetan dan antek2 nya menyebar disegala penjuru dalam bentuk dan berbagai rupa

Coba kita renungkan, saat keluar dari MTR Cause Way Bay dan berjalan menuju masjid Wanchai, berapa banyak jumlah toko baju yang kita lewati? Berapa banyak jumlah restoran, toko roti, toko aksesoris, toko gadget, toko barang obral  dan toko2 lain yang kita singgahi? Nah, tentu bisa dipastikan, sisa didompet setelah sampai dimasjid adalah recehan. Pantaskah itu kita berikan untuk Allah? Yg dariNya lah segala kenikmatan itu bisa kita nikmati?

Berbeda kalau kita sudah bersedekah dihari jum'at, dalam keadaan iman kita yang InshaAllah kuat... Kita akan ringan mengeluarkan untuk Allah.

Berbeda kalau sudah punya tanggungan membayar ke saya bukan? Tentu akan menyelipkan lembaran rizkinya , karena takut saya tagih :D

4. kebaikan yang tak terencana akan dikalahkan oleh kejahatan yang terencana

Ada yang pernah berniat bersedekah buanyakkkk saat malam minggu tiba? Atau saat gajian tiba? Kalaupun ada pastti sangat sedikit diantara kita.
Padahal, syetan dan antek-antek nya selalu memiliki rencana untuk menjerumuskan kita

Oleh sebab itu, mari belajar merencanakan kebaikan2 yang akan kita kerjakan. Tulis. Atau minimal katakan kepada orang lain, jika kita lupa  maka orang itu akan mengingatkan. jangan takut RIYA'. Takut dikatakan RIYA' itu sendiri sudah termasuk riya'

5. Penyeimbang Toko Online

Fenomena baru yang menjangkiti kita saat ini adalah berbelanja online. Saat melihat foto-foto baju Online yang secara apik(meskipun jelas menggunakan teknik pengolahan foto) , tak ambil tempo langsung kita samber! Sampai terkadang dibela-belain ngutang kalau belum gajian.
Betul?

Saya sangat prihatin melihat fenomena ini. Sedangkan jika kita membaca artikel sedekah online, alih-alih merespon baik, yang ada malah pada curiga, jangan-jangan itu penipuan lah... Ini lah... Itu lah...
(bisikan-bisikan syetan lain) Dan fakta lain, enam dari tujuh hari yang kita habiskan adalah berselancar di dunia ONLINE. Tentu belanja online oni sangat efisien.

Dari sinilah, ketika saya berdialog bersama sahabat2 dekat saya, muncul ide  Sedekah Jum'at ini. Saya meniru para penjual Online (dalam sistem menghutangi terlebih dahulu), untuk MENGHALAU KEGEMARAN BELANJA ONLINE kita

Kalau mereka yang berjualan online saja berani mengambil order para costumer tanpa uang muka terlebih dahulu, kenapa saya tidak?

kalau pembeli Online berani memesan baju sebelum gajian terlebih dahulu, kenapa untuk sedekah tidak?

See! 6 hari belanja Online, hari minggunya masih MAPLE, IN & Out, Zara, H&M , dst menjadi sahabat dekat kita. Kapan ke Allah nya?  Semoga ini menjadi perenungan kita bersama

6.Menjalin silaturohim

Kalau kita tidak ada kepentingan, niscaya jarang sekali kita menyempatkan waktu saling  bertemu bukan? Padahal , kita semua sudah tau keutamaan silaturohim. Semoga dengan ini, kita jadi rutin silaturohim. Kuatkan ukuwah. Aamiin...

Ketika mendengar beberapa selentingan mengatakan

“Halah... Sedekah tuh langsung! Atau kepada org2 terdekat di daerah kita yang memerlukan, atau dijalan2 itu kan banyak orang yang memerlukan!”

Kalau menurut saya pribadi, itu tidak salah... Sedekah bisa untuk siapa saja. Toh itu juga kita niatkan untuk Allah. Namun, kalau kita sedekah kepada org2 terdekat dikampung kita, saya khawatir, (ini kalau saya pribadi ya) meskipun kita sudah lupa denga sedekah kita, justru dari ihak yg kita beri itu yg akan mengingatkan kita, mau tak mau, sedikit atau banyak , ujub akan muncul deh... Naudzubillah

Atau malah banyak yang berkomentar sambil mencibir,
“ntar jangan-jangan dikorupsi!  sedekah ke organisasi aja... ”

Bagus! Kl ada yang bilang begitu, berarti dia punya jiwa kritis dan kehati-hatian.

Sekarang mari kita renungkan

Saat jum'at itu, uang yang ditransfer untuk bersedekah adalah (maaf bukan ujub InshaAllah, ini hanya berniat menjelaskan sistemasinya) uang dari rekening pribadi saya. Dan saya PERCAYA 100% kepada donatur, bahwa dia akan mengembalikan ke saya, atas izin Allah

Padahal jujur, saya kadang belum kenal siapa mereka. Tapi saya yakin, orang yang mau sedekah di jumat itu, adalah orang yang sudah di beri petunjuk sama Allah (aamiin)

Inilah kuasa Allah, kebesaran Allah. Orang yang tak saling kenal , bisa saling percaya. Subhanallah...

Lantas, saya rugi dong kalau pingiriman uang ke Indonesia tanpa biaya?

Tidak. Berbisnis dengan Yang Maha Kaya, Maha Memberi keuntungan, Maha segala Maha tidak akan pernah merugi.

Barangsiapa yang menginfaqkan kelebihan hartanya di jalan Allah SWT maka Allah akan melipatgandakan dengan tujuh ratus (kali lipat). (HR. AHMAD)

Terakhir, kenapa saya memilih pesantren penghafal Al Qur'an sebagai salah satu tujuan penyaluran sedekah?

Karena saya punya impian, saya ingin citra Indonesia sebagai negara muslim adalah benar. Bukan cuma muslim KTP. Tapi pribadi2 nya adalah pribadi Qur'ani. Pribadi yang berakhlak Al Qur'an. Dan semoga dengan ini, menjadikan keturunan2 kita menjadi penghafal Alqur’an. Semoga langkah kecil saya ini diridhoi Allah SWT

Alhamdulillah, dari waktu ke waktu, FMS semakin banyak membernya. Pertama kali saya meeintis program ini, membeenya hanya sahabat2 dekat saya, dan saya ingat betul saat itu pertama kali saya mentranafer adalah Rp. 200,000,-

Barokallah untuk para mujahid FMS yang selalu menebar virus bersedekah! Mari jangan segan2 menjadi simpul sedekah. Tidak hanya menjadi ahli sedekah, tapi juga mengajak orang lain untuk bersedekah

Syurga terlalu luas untuk kita nikmati sendirian bukan? Kebaikan berjamaah akan menghancurkan kejahatan sekuat apapun. Allahuakbar!!! Takbir!!!

Bersedekahlah dengan ikhlas atau tidak ikhlas. Setelah terbiasa, keihklasan akan datang dengan sendirinya. Atau kalaupun masih tidak ikhlas, kita akan lupa karena sudah terbiasa. Kalau menunggu ikhlas, bagaimana kalau  ajal datang mendahului rasa ikhlas itu sendiri?

IKHLAS adalah RAHASIA diantara rahasia-rahasia-KU yang KU-titipkan dihati hamba-KU yang AKU cintai”

Sunday, 9 March 2014

Zakat dan jumlah yang harus dikeluarkan

Mbak, haruskah saya membayar zakat gaji? Buiankah saya sudah membayar zakat fitrah setiap idul fitri?

Baik, saya jawab semampu saya ya...

Zakat fitrah adalah zakat JIWA, sedangkan zakat gaji/mal adalah zakat harta. Kali ini saya bahas zakat MAL/profesi

Zakat profesi disebut juga zakat penghasilan bulanan, yaitu zakat dari harta (uang) gaji, upah, pendapatan, atau penghasilan per bulan.

Zakat profesi dibayarkan saat menerima pemasukan karena diqiyaskan (dianalogikan) kepada zakat pertanian, yaitu pada saat panen atau saat menerima hasil. “Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)” (QS. Al-An’am:141).

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz-Dzariyaat: 19).

“Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya” (QS. Al-Hadid:7).

“Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah (zakatkanlah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik” (QS. Al Baqarah:267).

“Bila suatu kaum enggan mengeluarkan zakat, Allah akan mengunjungi mereka dengan kekeringan dan kelaparan.” (HR. Thabrani)

Abu ‘Ubaid meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang seorang laki-laki yang memperoleh penghasilan “Ia mengeluarkan zakatnya pada hari ia memperolehnya.” Abu Ubaid juga meriwayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz memberi upah kepada pekerjanya dan mengambil zakatnya,” (DR Yusuf Qardhawi, Hukum Zakat).

Nishabnya

Sistem penghitungan nisab zakat profesi yang dijadikan pedoman oleh Badan Zakat Nasional (Baznas) adalah senilai harga 524 kg beras, dengan dalil diqiyaskan kepada nisab pertanian sebesar 652kg gabah. Pengeluaran zakatnya diqiyaskan dengan emas dan perak sebesar 2,5%.

Kalau diasumsikan harga 1 kg beras saat ini Rp5.000, maka nishabnya adalah 520 X 5.000 = Rp2.600.000.

Gaji Bersih atau Kotor?

Apakah zakat profesi yang dikeluarkan itu 2,5% dari jumlah gaji bersih (setelah dikurangi kebutuhan sehari-hari, seperti makan dan bayar utang , atau dari gaji kotor (sebelum dikurangi biaya kebutuhan)?

Ada dua pendapat di kalangan ulama.

Pertama, dari gaji bersih. Ini pendapat yang dinilai lebih kuat. Zakat profesi yang dikeluarkan adalah pemasukan yang telah dikurangi dengan kebutuhan pokok seseorang.

Kedua, dari gaji kotor, yaitu 2,5% dari jumlah penghasilan atau pemasukan kotor sebelum dikurangi kebutuhan pokok.

Jalan tengahnya, seperti dikemukakan Syekh Yusuf Al-Qaradawi dalam Fiqih Zakat, yaitu memisahkan antara penghasilan tinggi dengan yang pendapatannya rendah.

Kalangan yang pendapatannya sangat tinggi, seperti pejabat, dokter, pengacara, atau profesi lainnya yang dengan mudah bisa mendapatkan penghasilan (uang)  cukup besar tanpa terlalu bersusah payah, maka sebaiknya menggunakan metode yang pertama dalam mengeluarkan zakat, yaitu 2,5 % dari pemasukan kotor.

Bagi mereka yang penghasilannya terhitung pas-pasan, maka disarankan menggunakan metode yang kedua, yaitu dengan mengeluarkan terlebih dahulu semua daftar kebutuhan pokoknya, termasuk utang-utangnya. Setelah itu, barulah dari sisanya (gaji bersih) dikeluarkan 2,5 % untuk zakatnya.

Kesimpulannya, gaji di bawah nishab (2,6 juta) tidak wajib zakat profesi, namun sangat dianjurkan bersedekah agar harta tetap berkah –bertambah kemanfaatan dan mengundang rezeki lebih banyak dari Allah SWT.

Gaji pas-pasan dengan nishab (sekitar Rp2,6), maka zakatnya 2,5% dari gaji bersih –setelah dikurangi kebutuhan pokok. Misalnya kebutuhan sehari-hari 2 juta, maka zakatnya 2,5% dari Rp600 ribu.

Bagi yang berpenghasilan di atas nishab, misalnya  5, 10, 15 juta dan seterusnya, alangkah bijaknya mengeluarkan langsung 2,5% dari jumlah gaji yang diterima sebelum dikurangi kebutuhan pokok.

Wallahu a’lam.

Friday, 28 February 2014

ODOJ I ’M IN LOVE 3

#GaraGara ODOJ Part 3

ODOJ, awalnya saya iseng mendaftar di website resmi nya. Tetapi karena banyak teman-teman saya yang mengeluhkan sulitnya terkonfirmasi menjadi member resmi ODOJ, saya ''iseng'' mendaftar.

Ketik nama ketik nomer Handphone bla bla, submit, voila!!! 2 hari selanjutnya saya di sms Ukhti #Hanifa (barokallahu fik) admin grup ODOJ 1227. Bahkan teman-teman saya sempet iri, karena dia saja yang berminggu-minggu mendaftar seolah belum ada sayut sumbang nya. Masyaallah...

Setelah perkenalan selesai, tilawah pun dimulai. Saya sempat berasumsi begini, ah... Cemen... Sejuz ini! tapi ketahuilah, ini adalah asumsi yang sangat MENYESATKAN! karena benar kata pepatah, hal sekecil dan semudah apapun, kalau kamu remehkan, akan berantakan. Trust me. It's work on me.

Hari pertama karena saat itu hari sabtu, mission succed! The next day juga mulus. Tapi the 3rd day... As we all know, MON(ster)DAY is super busy day, saya mulai kalang kabut.

Sebelum bergabung di ODOJ, saya hanya menetapkan TARGET dalam bertilawah. Misalnya,  khatam1,5 bulan sekai. Jadi kalau misalnya sudah 1 bulan belum khatam, saya akan kebut bacaan saya, sehari bisa 5 juz sekaligus! karena pada awal-awal minggu saya berleha-leha.

Saya sempat mengajukan usul  pada admin grup saya... Bahwa saya akan ngaji hari luang saya 3 atau 4 jus dan 3 hari selanjutnya saya tidak perlu mengaji lagi, seperti yang saya lakukan sebelum mendaftar ODOJ. Praktis! Hanifa menolak mentah-mentah usulan saya :)

Kemudian (entah pemahaman ini datang dari mana, tapi saya yakin ini hidayah, petunjuk) saya tiba-tiba berfikir begini '' Oh...iya, kalau saya makan 4 piring dalam satu hari dan 4 hari selanjutnya bagaimana? ''

Semenjak itu, saya bertekad! Azam! Saya harus bisa ODOJ! Saya kemudian berfikir... Bagaimana menyisihkan waktu yang sebenarnya tidak lama untuk merampungkan satu juz yang -+ hanya memakan waktu 40-50 menit itu. Seiring bergulirnya waktu, jatuh bangunku memanage nya, akhirnya tercipta ritme bertilawah yang indah. Tak selalu sama setiap hari nya.

Terimakasih ODOJ, berkatmu, saya menjadi pribadi yang lebih displin dan bertanggung jawab atas waktu yang Allah karuniakan.

beberapa JURUS ini semoga bisa menjadi reference buat pembaca yang memiliki kesibukan luar biasa.

JURUS TIME LIST

Pernah nempelin kertas di kulkas berisi daftar belanjaan mingguan? Yup! Lakukan hal yang sama. Apabila kita memerlukan waktu 60 Menit/Juz, maka kita tinggal membagi 60 menit itu untuk beberapa waktu. Contoh :
60 : 15 = 4

Nah... 4x 15 menit nya kita cari waktu terindah kita untuk bertilawah, misalnya
1. 15 Menit pertama Sebelum subuh
2. 15 Menit kedua Bada Dhuha
3. 15 Menit ketiga bada Duhur
4. 15 Menit keempat sebelum ashar

Jangan lupa, silangin waktu2 yang sudah kita lewati dengan tilawah. Jurus ini cocok untuk ibu rumah tangga,  para pecandu sosmed yang suka kehabisan waktu gara2 hahahihi sana sini ,  atau siapa saja yang tidak bisa kholas dalam satu waktu. Tips lain Bagi pelupa, nyalakan alarm HP anda disaat2 time list anda.

Sesuaikan pembagian waktunya dengan berapa lama kita menghabiskan waktu untuk tilawah satu juz nya ya...

JURUS “ME TIME”

Perempuan, biasanya selalu menuntut “me time”. Alias waktu dimana dia bisa melakukan apa saja , sendirian, tanpa gangguan. Saat weekend, dimana semua anggota keluarga dirumah, cobalah mengunci diri dikamar SATU JAM SAJA. Selesai dijamin... Rasa lega anda melebihi kelegaan anda setelah sauna, atau berendam. Again...trust me! I’ve done that!

Tips memakai jurus ini, jangan baca Qur’an Aplikasi dari HP, karena kebanyakan akan tergoda utak atik yang lain. Tilawahnya gatot bin gagal total. Baca dari mushaf juga akan menyehatkan mata kita, ingat? Radiasi pancaran sinar HP kurang baik untuk kesehatan mata. Atau bila terpaksa membaca dari gadget, coba matikan koneksi dengan internet nya

Semoga kita selalu istikomah. Diluruskan niat, dan penuh ikhlas dalam ibadah. Aamiin...

Tuesday, 11 February 2014

Belajar Membaca Alqur’an Dan Berenang. Korelasi nya apa?

Ketika berkuda, memanah, dan berenang adalah tiga olahraga yang dianjurkan oleh Baginda Rasulullah SAW... Tentu hikmah dibalik nya sangatlah besar. Karena sabda beliau adalah kalamullah

Saya sempat merutuki diri. Memanah, saya tak pernah. Berkuda? Paling banter satu tahun sekali, mengingat muahaaalll :)). Berenang? Waduh ! Olahraga satu ini sempat bikin saya frustasi. Karena satu2 nya gaya renang yang saya bisa hanyalah gaya batu. Alias klelep sekali nyebur (hiks)

Tetapi, ketika penelitian membuktikan bahwa BERTILAWAH adalah olahraga pengganti renang untuk muslimah (disamping efek hakiki). MasyaAllah... Saya lega :)

Yuk! Atur dan latih pernapasan saat bertilawah dengan memperhatikan tanda2 baca nya!

Kali ini kita belajar tentang  WASAL DAN WAQOF. CEKIDOT! :)

WASAL DAB WAQOF

A. WASAL

Wasal (bahasa Arab: وصلة‎, dibaca: washlat) adalah tanda baca atau diakritik yang dituliskan pada huruf Arab yang biasa dituliskan di atas huruf alif atau yang disebut juga dengan Alif wasal. Secara ilmu tajwid, wasal berarti meneruskan tanpa mewaqafkan atau menghentikan bacaan.

Harakat wasal selalu berada di permulaan kata dan tidak dilafazkan apabila berada di tengah-tengah kalimat, namun akan berbunyi layaknya huruf hamzah apabila dibaca di awal kalimat.

Contoh alif wasal:

ٱهدنا ٱلصرط

“ihdinas shiraat”

Bacaan tersebut memiliki dua alif wasal, yang pertama pada lafaz “ihdinaa” dan “as shiraat” yang manakala kedua lafaz tersebut diwasalkan atau dirangkaikan dalam pembacaannya maka akan dibaca “ihdinas shiraat” dengan menghilangkan pembacaan alif wasal pada kata “as shiraat”.

Lihat contoh berikut dibawah ini :

نستعين ٱهدنا ٱلصرط

“nasta’iinuh dinas shiraat”

Bacaan di atas terdiri dari kata “nasta’iin”, “ihdinaa dan as shiraat”, dengan mewasalkan lafaz “ihdina” dengan lafaz sebelumnya, sehingga menghasilkan lafaz “nasta’iinuh dinaa”, dengan mewasalkan lafaz “as shiraat” dengan lafaz sebelumnya, maka akan menghasilkan lafaz “nasta’iinuh dinas shiraat”.

Alif wasal lebih sering dijumpai bersamaan dengan huruf lam atau yang disebut juga dengan alif lam makrifah pada lafaz dalam bahasa Arab yang mengacu kepada kata yang bersifat isim atau nama.

Contoh alif wasal dalam alif lam makrifah:

ٱلصرط
“as shiraat”
ٱلبقرة
“al baqarah”
ٱلإنسان
“al insaan”

B. Waqaf

Waqaf dari sudut bahasa artinya berhenti atau menahan, manakala dari sudut istilah tajwid ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan. Waqaf dibagi menjadi 4 jenis, diantaranya

- Ta mim
( waqaf sempurna ) yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, dan tidak mempengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki kaitan dengan bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya.

- ﻛﺎﻒ (kaaf)
(waqaf memadai )yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya.

- ﺣﺴﻦ (Hasan)
(waqaf baik )yaitu mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa mempengaruhi makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya.

- ﻗﺒﻴﺢ (Qabiih)
(waqaf buruk )yaitu mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dengan bacaan yang lain.

Tanda-tanda waqaf

- Tanda mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Tanda mim ( م ), memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab, namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya.

- tanda tho ( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.

- tanda jim ( ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti.

- tanda zha ( ﻇ ) bermaksud lebih baik tidak berhenti

- tanda sad ( ﺹ ) disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tetapi tidak mengubah makna. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dalam kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad

- tanda sad-lam-ya’ ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan dari “Al-wasl Awlaa” yang bermakna “wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik”, maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik

- tanda qaf ( ﻕ ) merupakan singkatan dari “Qeela alayhil waqf” yang bermakna “telah dinyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya”, maka dari itu lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan.

- tanda sad-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari “Qad yoosalu” yang bermakna “kadang kala boleh diwasalkan”, maka dari itu lebih baik berhenti walau kadang kala boleh diwasalkan.

- tanda Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti.

- tanda sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan.

- tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas

- tanda Laa ( ﻻ ) bermaksud “Jangan berhenti!”. Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung maupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak dibenarkan untuk berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak.

- tanda kaf ( ﻙ ) merupakan singkatan dari “Kathaalik” yang bermakna “serupa”. Dengan kata lain, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul.

- tanda bertitik tiga ( … …) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta’anuq (Terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.