(tulisan ini sejak Februari lalu dibuat. Namun baru terposting :))
Note ini saya buat saat saya duduk sambil berjalan. Wow... Kok bisa? Ehehe ... Saya duduk dikereta, sementara keretanya berjalan. :)
Dan inspirasinya hanya dari sepucuk surat. Ciehhh... *padahal bill telpon sodara-sodara :D
Jadi begini, ketika saya tidak sempat membaca-red:males baca- surat ini, saya kantongin, lalu saya bawa dalam perjalanan, jadi nanti saat ada kesenggangan, saya akan membacanya. Begitu celetuk hati saya kala itu *Ya kala memegang surat donk ah! Masa' kalajengking! Helooo... Terus, apa istimewanya surat itu? Kok bisa menginspirasi? Kok bisa jadi ide? Kok begini, kok begitu (STOP! Bawel! :D). Ya begitulah, ide saya begini, gimana kalau sepucuk surat ini (ingat sepucuk surat, bukan surat tagihan ya! Hati2 memilih kata!) akan saya masak bersama tempe bacem... *woi... Lue kangen Jogja?* Ups! #Apasih! Serius!
Well, saat saya memegang surat, tiba2 muncul pertanyaan dalam hati kecil saya, ''Kapan kamu terakhir mendapat kiriman surat dengan tulisan tangan? Dan kapan terakhir kamu menulis surat dengan tanganmu?'' Memang, dua pertanyaan yang sangat simpel. Tapi menjadi kompleks saat menjawabnya. Kompleks feeling tepatnya. Ya, dalam dunia digital seperti sekarang ini, kita sudah melupakan moment2 seperti itu, berkirim pesan hanya tinggal SMS -at least- atau media2 instant lain. Easy, tapi kenangan2 nya juga easy to be erase.
Nah... Untuk pertanyaan yang kedua, saya jadi ingin menantang diri saya, untuk menulis surat cinta, hari ini dan saat ini juga! Untuk siapa? Baca Saja!
*Hanya menulis, dikirim atau tidaknya, urusan tetangga saya :P
Dear Tante Elly Di Singgasana
Selamat pagi, Tan. Disini pagi, entah dinegrimu, sepertinya malam, saya cukup bisa dibilang sibuk, kalau hanya untuk mengecek waktu ditempatmu. Apakabar, Tante? Baik-baik saja bukan? Masih setia dengan topi ''madamonia'' mu dengan khas bunga dipinggir, bukan? Suatu hari, saya ingin sekali meminjam satu dari ribuan koleksi topi2 mu itu. Boleh? Ah, tidak juga tidak apa-apa. Saya akan membeli sendiri di pasar ''Jatisari'' atau di Tanah Abang. Harganya murah, tapi outlooknya ngg' kalah dengan topi kamu loh, Tan!
Apa? Kamu bertanya tentang negriku? Negriku baik2 saja.Bakrie masih Bill Gate-nya Indonesia. Para politisi masih meributkan kursi. Jupe masih belum menikah dengan Gaston, Jakarta masih sering banjir. Tapi kami baik2 saja. Trimakasih sudah bertanya
Bagaimana kabar cucumu? William masih bandel? Ya, begitulah. Saya sarankan, Tante jangan sering memarahinya. Efeknya kurang bagus untuk tekanan darah Tante. Oh... Jadi anda akan segera punya Cicit? Kongrat! saran saya lagi, jangan bawel2 sama Kate ya Tan, perempuan hamil mudah depresi, Tante tau itu bukan?
Tante, kalau tante ketemu Cat Woman, sampaikan salam Garfield- kucing saya- kepadanya.Ajaklah dia berkunjung ke negriku. Kalau Tante mau. Sepertinya saya harus menyudahi surat ini, karena saya yakin, Tante tidak akan punya waktu untuk membacanya. Tante pasti lebih tertarik mendengarkan lagu2 One Direction, atau Adele, maybe :p. Dan lagi, kereta saya sudah mengumumkan, stasion tujuan saya sudah dekat. Saya akan bersiap2 turun.
Trimakasih, Tante. Saya hanya ingin memberi tau. Anda, perempuan yang energetik! Jaga kesehatan tante, ya...
Mwah mwah mwa....hhhhh
Sincerely, Me!
(Ada yang tau, siapa Tante Elly? :p)