Kisah-kisah di BALADA ODOJERS Adalah kisah nyata dari para sahabat BMI HK yang tergabung dalam komunitas ODOJ yang mereka ceritakan kepada saya, entah di chat secara pribadi, atau saat hang out atau kapanpun mereka bercerita. Dan seperti biasa i am listening and writing :p. MashaAllah... Betapa penuh tantangan, menegakkan syariat dinegeri KAFIR, Seru-seru!
Balada BMI, Sang Odojers (1)
Sudah bukan rahasia lagi, kalau antrian di bank pada hari minggu itu MasyaAllah. beruntung, Bank Mandiri adalah bank satu-satunya di HK yang memiliki Mushola dan toilet untuk mengambil Wudhu. Ini bukan promosi, tapi saya sangat mengapresiasi kejelian Bank Mandiri dalam melihat kebutuhan BMI, yaitu sulitnya mencari tempat untuk shalat di Hongkong. Semoga Bank Mandiri selalu diberkahi Allah Subhanahu wata'ala. Aamiin...
Ketika melihat antrian yang mengular, saya segera mengambil wudhu, dan berbaris manis kembali, lalu membuka aplikasi Qur'an di HP saya (bersyukur juga ada tehnologi) dan bermaksud menyelesaikan jatah ODOJ saya. Tak terasa...kurang lebih 50 menit berlalu, satu juz pun sudah habis, dan antrian saya tinggal satu orang lagi. MasyaAllah... Saya antri tanpa mengeluh, tanpa gibah, tapi tetap dengan sumringah dan jatah tilawah selesai sudah.
segala puji bagi Allah yang telah mengenalkan saya pada ODOJ.
(From Narti, odojer #2259)
Balada BMI, Sang Odojers (2)
''Berada disebuah komunitas yang menerimaku APA ADANYA, praktis membuatku nyaman didalamnya dan seolah-olah menemukan diriku kembali yang sudah sekian lama tersesat
Dulu aku terjebak kedalam pergaulan bebas, lesbian. Aku sempat bangga dengan kemaksiatan-kemaksiatan yang ku lakukan. Aku bangga dengan gemerlapnya dunia di lembah nista itu. Aku bangga dengan fashion BRANDED yang aku kenakan. Lebih parah, aku bangga dengan ''hilangnya'' diriku sebagai perempuan. Astagfirullahaladhim...
Hingga suatu ketika, Allah Arrahman kembali mengumpulkanku dengan komunitas perempuan-perempuan berhijab dan bertilawah, komunitas ODOJ
Semula aku risih, mengingat ''penampakanku'' yang lain daripada yang lain. Namun ternyata mereka menerimaku dengan segala ''keanehanku'' dengan ikhlas. Bimbingan dan support mereka semakin menguatkan tekadku untuk kembali menapaki jalan yang seharusnya.
Jujur, saat ini hati kecilku menjerit. Hatiku sudah kepanasan dengan keadaanku yang jahiliyah ini, aku ingin berhijab, aku ingin segera berpenampilan layaknya seorang perempuan. Namun dominasi suara dibagian hati yang lain masih bertentangan. Aku belum siap...
Aku terus berusaha, berproses...
Berusaha menjaga shalat lima waktu, memperbanyak membaca Alqur'an, dan amalan-amalan lain yang dulu sempat aku tinggalkan.
Cercaan dan hinaan datang bertubi-tubi, terutama dari teman-temanku yang tak suka aku berubah
'' Loe lama-lama jadi bencis pakai rok deh, Bro!''
Dan ejekan-ejekan yang membuatku mengelus dada. Loh, bukankah seharusnya pakaian kebesaranku adalah rok?
Tak mengapa, aku ikhlas. Semoga Allah selalu mengaruniakan rasa ikhlas dalam hatiku, semoga Allah selalu mengirim orang-orang yg tulus kepadaku, dan membuatku semakin mengenal-Nya. Aamiin...''
Kisah ini seperti penuturan saudariku ''A'', semoga menjadi ibroh. Bahwa sesunggunya, banyak diantara mereka yang ingin berubah, tapi tak tau caranya. Mari jadikan diri kita, salah satu jalan untuk mereka berubah. MENGAJAK, bukan MENGEJEK... MENUNTUN bukan sekedar MENONTON dan balik kanan menggibah mereka. Semoga Allah menambahkan kemantapan hati kepada saudari kita, agar segera menyongsong kebahagiaan sebagai wanita, muslimah.
Saya yakin, suatu hari nanti, saudari kita ini akan menjadi KADER DAKWAH yang handal, penda’wah bagi komunitas2 yang pernah dia singgahi, yang kita sendiri sulit menjangkau mereka. Saudari kita sudah disiapkan Allah menjadi ANAK PANAH yang menembus sudut2 kelamnya viktoria. Aamiin...
(Ariel, Odojer #2715)
Balada Odojer (3)
Secara tidak langsung, ODOJ mengubah perilaku dan kebiasaan para pesertanya. Tentu kearah yang lebih baik. Senantiasa menjaga wudhu dan membawa mushaf saat bepergian adalah dua hal yang MUTLAK menjadi kebiasaan baru para odojers.
Termasuk sahabat odojer kita yang satu ini. pekerjaannya sebagai BMI yang memiliki jam kerja hampir 24 jam tak menyurutkan tekadnya bertilawah. Kebiasaan jahiliyah ''arisan on the phone'' sudah dia tinggalkan semenjak ikut ODOJ.
Hari-hari Siti, Odojer grup #1277 kini diisi dengan bertilawah. Begitu ada waktu luang, tak segan dia akan segera mengambil lelang, tilawah membuat hatinya lebih senang. Tilawah membuat perasaannya lebih tenang. Tilawah sambil momong. Tilawah di kereta, tilawah sambil nungguin anak berenang. Tilawah, tilawah, tilawah! Dimanapun! Tilawah baginya sudah seperti kokain, nyandu!
Hari sabtu adalah tantangan tersendiri bagi BMI Odojers. Semua tau, bosses around, loupan hai oghe :)
termasuk majikan Siti
Tak hilang akal, dia melaksanakan tugas maisung secepat kilat. Setelah itu dia duduk ditaman. Apalagi kalau bukan bertilawah?! MashaAllah...
Sampai waktu kurang lebih satu jam, HP nya berdering, Dai-dai is calling.
''Siti, where are you?''
'' I am waiting for the minibus, Mam''
''Oh, Ok. I am just worried, you were out for so long''
''No worry, Mam. I am fine. Thank You''
Ya Muqolibal Qulub... Engkau yang maha membolak-balik hati. Lihatlah, majikan dia tidak marah, malah khawatir terjadi sesuatu dengannya.
Ketika di negeri ISLAM banyak kutemukan perilaku KAFIR. Kini dinegeri KAFIR kutemukan ISLAM . (Ya miqolibal qulub, tsabit qolbi ’ala dinik)
Seperti janji-Mu, siapa yang menolong agamaMu, Engkau pun akan menolongnya
Haji (Al-Ĥaj):40 - (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa
Semoga dengan menjadi BMI, tak menjadikan itu sebagai alasan kita untuk tidak melaksanakan perintah-perintah Allah, Robb semesta alam. Aamiin...
(Arisah, Odojer #1277)
No comments:
Post a Comment