#GaraGaraODOJ 6 #LearnParenting #CeritaSahabat
Saudariku sesama ODOJer grup #1277, Lia, menuturkan sebuah kisah pengalaman pribadinya tentang ber-ODOJ, yang membuat saya sempat meneteskan air mata, berikut saya kutip ulang :
'' Berkah ODOJ, saya jadi lebih bisa memanage waktu, lebih disiplin pada diri sendiri, dan lebih dekat dengan keluarga
Dulu sebelum kenal ODOJ, kesibukan saya menjadi alibi untuk -hanya sekedar MENYURUH ANAK MENGAJI- atau mendatangkan guru ngaji kerumah. Memang, anak saya pun mengaji. Dan kehidupan keluarga kami terus berjalan seperti biasa
Dari ODOJ juga saya menyadari betapa pentingnya berkumpul dengan komunitas yang saling menyemangati. Pernah, HP saya hilang, padahal nomer telepon nya adalah yang tergabung dengan grup ODOJ 1277, Sampai lebih dari seminggu saya lost contact dengan anggota yang lain, apa yang terjadi? Saya lumayan males2an lagi bertilawah, tidak adanya seseorang yang mengingatkan DL perJuz nya, tidah melihat teman2 yang biasanya begitu cepat kholas. Saya jadi ogah2an. Beruntung ADMIN grup saya Inbox ke akun FB saya. MashaAllah... Mereka masih setia menunggu kabar saya yang hilang semingguan itu.
Hingga beberapa bulan setelah saya DHAWAM kan ODOJ, jungkir balik memanage waktu, membuat saya menemukan waktu yg tepat untuk bertilawah. Tak perduli saya dirumah, atau bahkan di luar kota sekalipun. Bukankah diluar kota pun, kita masih dikawal Rokib dan Atit sebagai pencatat amal perbuatan kita?
Hingga suatu waktu saya mendapati perubahan drastis gaya menelfon anak saya ketika diluar kota. Yang sebelumnya lebih cenderung : ''Mama...minta oleh-oleh ini ma, minta belikan sesuatu, Ma...''
Dan sekarang : '' Mama... Kangen Ma, cepet pulang donk, Ma... Kan dirumah sepi kalau yang ngaji cuma Papa, Ma...pulang cepet ya Ma... Ngaji lagi sama adek...”
Saya tersenyum dan ada rasa syukur ... Meskipun diujung percakapan, mereka tetap minta oleh-oleh...
Disinilah, saya semakin mengerti, bahwa kebanyakan kesalahan kita sebagai orangtua dalam mendidik anak, adalah terlalu banyak MENYURUH. Mereka, anak-anak kita bukan bawahan kita, sudah selayaknya kita MENJADI contoh, bukan hanya MEMBERI contoh, setelah itu menyuruh mereka melakukannya
Dan esensi dari semua ini, membuat saya memahami, sejatinya hubungan dalam keluarga itu akan berqualitas, kedekatan seorang anak terhadap orangtuanya akan lebih bermakna dengan memperbanyak waktu yang kita LUANGKAN, bukan waktu diluar rumah yang kita UANGKAN''
Demikian beliau berkisah. MashaAllah... Banyak hikmah yang saya ambil.
Hemm... beda huruf ''L'' kalau boleh saya artikan dalam kata LUANGKAN adalah L-UAR BIASA
Terima Kasih Mbak Lia, semoga kita selalu istikomah *HugFromMe*
(cerita saya tulis dengan sedikit penambahan kata, dengan tidak mengubah esensi cerita dari narasumber)
Yuli Sukarjo Odojer #1277
No comments:
Post a Comment