Sunday, 18 August 2013

Kereta Negeriku

Kereta negeriku terus melaju
Panjang... Sudah bukan lagi menjadi beban
Lebar? Melebihi ukuran kereta biasa sebenarnya
Tinggi? Ah...itu hanya ukuran. Mari jangan lagi dibicarakan
Bagaimana dengan masinis dan penumpang serta barang bawaan?
Mari kita diskusikan lebih dalam, sambil meneguk kopi susu

Masinis kereta negeriku
Badannya tambun, membuat semua gerakannya lamban
Dia sering ketiduran
Tak pernah peduli, apa yang terjadi disetiap gerbong kereta yang dia kendarai
Kalau perutnya sudah penuh terisi
Kalau mesin pendingin diruang kerjanya sudah bereaksi
Dia pun bereaksi. Menguap! Lau terlelap!

Kantin di kereta negeriku, apa kamu mau tau?
Pegawainya hilir mudik
Sibuk memasang dan mengganti spanduk!
”Sttt... Saya suka kalau kereta ini berjalan berlama-lama
Mogok pun saya suka. Karena itu adalah peluang meraup keuntungan dalam satu kali jalan!”
Kata petinggi kantin kereta negeri ini

Penumpang di kelas bisnis membaca koran
Disampingnya, wanita cantik bersender. Sepertinya ketiduran
Penumpang di kelas bisnis kalem-kalem
Sambil mengisi baterai gadget , mereka terus bertransaksi
Penumpang kelas bisnis selalu tersenyum
Meskipun kereta tak berjalan
Tapi gadget mereka menunjukan grafik, pundi-pundi kekayaan mereka bergerak naik
Penumpang kelas bisnis berbinar, bersorak “Asyik!”

Disini sangat gaduh
Semua penumpang bermandi peluh
Ibu-ibu sibuk mengipasi anaknya yang mulai gerah.
Ya, kelas ekonomi katanya
Bau makanan hampir basi, bau toilet yang menyeruak, bau rokok, bau ketiak
BAH! Membuatku ingin muntah. MUAK!
Aku tidak hamil muda, juga bukan mabuk kereta
Entahlah, mungkin kebosananku pada kereta negeriku sudah mencapai titik jenuh

Ya, kelas ekonomi kereta negeriku
Dalam keadaan seperti itu
Masih ada yang tidur mendengkur
Ada juga yang sibuk berjualan
Entah kapan dia menyiapkan barang-harang dagangannya
Pintar sekali dia. Bisa tau semua yang dibutuhkan penumpang lain
Kipas listrik, tolak angin, batu telephon genggam, kartu telephon, sampai kondom dijualnya
Saya salut!

Ada beberapa juga diantara mereka
Sibuk memeriksa barang bawaan
Berfikir penyebab kereta berhenti karena kelebihan beban
Ada juga yang memeriksa ban
Ada yang memeriksa mesin
Ada yang menyapu, tetap mencoba menjaga kebersihan
Namun pada akhirnya, mereka semua tertidur karena kelelahan

Masinis terbangun karena panggilan alam
Sebagian isi perutnya menyeruak, berteriak
Masinis kereta negeriku
Terhuyung-huyung membuka pintu
Setelah itu, dia kembali menjalankan mesin
”Wahai penumpang, let’s go! Maaf terlambat, saya ketiduran”

Kereta negeriku terus melaju
Dirgahayu Indonesia ku!!!

No comments:

Post a Comment