Nyadar Atau tidak,sifat sombong ada pada setiap jiwa, sebagaimana sifat baik, ramah, pendiam, dan sifat2 manusiawi lainnya. Hanya saja, kadar setiap orang berbeda- beda. Bila sombong bin anhkuh ini sudah menyambangin diri kita, maka yang menyusul kemudian adalah kejatuhan hujatan, hinaaqn, , cemooh, dan sederet reaksi negatif lain nya. Bagaimana dengan diri kita? Yuk kita uji!
*CEMOOH
Apakah akhir2 ini anda senang mencemooh orang lain? Apakah saat seorang teman curhat dan mencemooh pasangan nya diam2 anda juga mengutuki dirinya dalam hati?
Orang yang memiliki kesombongan cenderung menganggap dirinya lebih baik dari orang lain. Semua ini salah-nya dan anda korban. semua tampak salah dan anda paling benar. This is the signal that you are a part of an arrogant minded!
*MENGELUH
Loh! mengeluh bukan nya mengakui ketidak berdayaan kita? Oh nope, darling! mengeluh itu menandakan Si-Pengeluh berfikiran bahwasanya tak seharusnya hal2 buruk terjadi pada dirinya, oleh karena itu bila sikon tak berfihak padanya, eng ing eng... dia akan berkata: ''Tak pantas...Tak pantas aku mengalami hal seburuk ini!'' Well... tukang ngeluh? STOP it!
*BIG SPEAK
Omong besar! Hal yang dibicarakan nya bisa jadi tak pernah terjadi, namun mungkiin ada juga yang sungguh-sungguh. we'll never know which is the true and not.
Dalam setiap serita yang dibawakan nya seolah-olah tak ada cacat dalam hidupnya. Sukses, menang, belanja, lots money, and other perfectly stuff. Oh tolong... Ngg' ada orang yang percaya kalau dalam dunia ini ada manusia yang luput dari masalah.
Sebenarnya, Si angkuh ini adalah orang yang paling menderita. Karena dia tidak bisa menerima keadaan dia yang sesungguhnya. Selain itu, dia juga memakai topeng kepalsuan, tak bisa menjadi diri sendiri karena takut tertolak oleh lingkungan nya. The funniest thing is, Si angkuh menolak untuk mengakui bahwa diringa angkuh!
Anda tau siapa saja Mr. And Mrs. Sombong itu? Yup! Dia adalah Saya dan Anda. Anda tidak terima? berarti benar kata2 saya, anda termasuk didalamnya. anda mencemooh tulisan ini? maka dari situpun anda 'mengaku' bahwa anda si Sombong bin Angkuh
Lalu, bagaimana agar sifat angkuh itu tidak makin tumbuh? selalu MAWAS! waspadai hati dan fikiran kita. Saat kita berfikir bahwa diri kita angkuh, maka sebenarnya kita tidak demikian. Dan sebaliknya. So, watch ourselves!
No comments:
Post a Comment