Saturday, 6 April 2013

Blusukan Di Pasar Tradisional

Dulu, saya tuh paling ngg’ pernah yang namanya BLUSUKAN ke pasar tradisional, hanya untuk mendapatkan harga yang sedikit lebih murah. Soalnya, menurut pengalaman, saya paling ngg bisa nawar! Jd alih2 dapet murah, yang ada malh saya dapat harga jauh lebih mahal. Udah panas, desak2an, juga resiko digangguin premannya lebih besar!

Tapi gara2 gubernur Jakarta, mr. JOKOWI sering blusukan, entah kenapa saya trinspirasi sekali. Dulu biasanya saya menyerahkan urusan mencari dagangan kepada prtner saya, atau langsung pemesanan via telp . Terima beres. Lain dulu lain sekarang. Sekarang saya lebih rela menyemptkan diri untuk tejun bebas, eh terjun lngung mksudnya, dan mengecek dagangn saya secara langsung. FYI saya jualbeli ts KW, Tau kn? Hehe

Nah... Siang itu, saya ditemani prtner saya (dalam keadaan berkeringat, dekil deh pokoknya! Namun... Itu tak pernah mengurangi keimutan saya secuilpun! :D) . Nah...saya kan imut bin petite sedngkn prtner sya, seorng ibu muda yang badan nya sintl bin sexy, duo maut pokoknya . Kmi sedang berjaln mencri stasiun kereta terdekat karena urusan sudah kelar. Dlm kebingungan itu, datanglah lelaki__ bukn preman sih, hanya sejenis lelaki iseng__ hitam legam tinggi besar menggoda. Berhenti didepan kami dan berkata ” hai... Me  love you, do you love me?” (he repeats this question all the way following us). Praktis kami menghentikan langkah sambil memegang tangan masing2 (ini reflek loh! Mungkin untuk saling menguatkan hihi) . Kami tak menjawab, juga tak mempercepat langkah, karena itu hanya menunjukan padanya bahwa kami takut.  Padahal iya muehehe. Setelah jarak ±40 langka, dia berhenti mengikuti kami. Fiuhhh!!! Akhirnyaaaaaa....

Partner saya nyeletuk, ” Nat, mana jiwa preman lo? Biasanya bogem melayang kalau ada disturbance begono!”

” bogem... Neh! Badan dia segede mammoth gitu gw suruh ngelawan! Yang bener aja! ” Jawabku kuueekiiii... Sambil nunjukin bogemanku didepan hidung nya :D

Pelajaran moral : berani mengambil resiko itu bagus, tapi pastikan resiko itu sudah kita perkirakan(terukur)

Hikmah lainnya, ke pasar tradisional itu adalah cara lain untuk exersice! :)

No comments:

Post a Comment