Saturday, 6 April 2013

PERENCANAAN KEUANGAN

Seiring perkembangan jaman, berkembang pula masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari2. Kalau dulu orang disibukan
Hanya pada pencarian ”uang” itu sendiri, lain hal nya dengan era digital ini. Masalah yang muncul adalah ”cara mengatur uang”. Tak heran, muncul profesi2 baru di dunia perkariran. Yep! That’s call financial planer atau bahasa kerennya PERENCANA KEUANGAN. Nah loh! Kita membayar orang (memakai uang) untuk mengatur uang kita! Masuk akal ngg’? Sekilas klise bukan? Tapi itu kenyataan nya. Kalau saya jelasin ke ibunda saya tercinta, pasti beliau nyeletuk ”kurang gawean po? Uwong kok turah duwet, dadi duit diguwang-guwang”
(kurang kerjaan ya? Orang kebanyakan duit tuh, duit dibuang2)

Saya ketawa sampai megangin perut mendengar jawaban ibu saya, tp memang ada benarnya juga ya....

Nah, untuk menyiasatinya, tak usah ribet2, mulai sekarang, belajar mengatur keuangan kita sendiri, sedini mungkin. Mulai dafi cara yang paling sederhana dan mendasar. Berikut beberapa tips dari saya

*BE ADMINISTRATIVE!

Maksudnya simple saja. Jadi setiap pengeluaran sekecil apapun, biasakan untuk dicatat . Ini bertujuan untuk mengetahui berapa pengeluaran anda setiap bulan nya.
Jangan lupa, pemasukan juga. Baik gaji pokok ataupun pemasukan tambahan (lemburan contohnya)

BE SELECTIVE

TELITI! yup! Setelah tau berapa pengeluaran tiap bulan, kelompokkan mulai dari yang termasuk kebutuhan sangat penting, penting, dan tidak penting. Dari sini kita bisa menunda hal2 yang kurang penting, atau bahkan meniadakan. Apa? Susah? Just do it and make sure from the first step. Then it ’’ll be easy.

*DO THE PRIORITY

Lakukan pembayaran2 yang diharusksn setiap bulannya terlebih dahulu, seperti tagihan listrik, air, telfon, cicilan rumah dan kendaraan, keperluan makan, mandi dan perawatan diri.

Bagi sebagian orang, merawat diri itu diremehkan, atau yang lebih parah, mereka sayang mengeluarkan uang untuk hal ini, padahal kita masih bisa menyiasatinya loh! Contoh, untuk krimbat, kita kan ngg’ harus ke salon. Cukup beli krim nya, kita bisa lakukan sendiri. Ngg’ ada waktu? Ah alasan! Itu kan Bisa sambil nyuci baju dihari sabtu, atau bisa sambil kejar2an Sama anak ditaman belakang, atau kejar2an sama ayahnya juga bisa loh! Tergantung niat :)

Weit! Kembali ke topik

SAVING HABBIT

MEMBIASAKAN DIRI MENABUNG! Minimal 30% dari penghasilan kita. Jangan bilang ngg’ ada uang untuk ditabung. Its just about the willingness, kemauan. Ada pintu ada kunci, ada kemauan ada jalan. Isn’t it?

Nah, jangan lupa pisahkan tabungan yang dipakai untuk kelancaran cash-flow everyday life, tabungan untuk DANA DARURAT, juga untuk investasi jangka panjang.

SAY NO TO CREDIT CARD

Ingat, kartu kredit bukankah penghasilan tambahan , ini pemahaman salah kaprah yang sering menjangkit pemegang kartu kredit. Sehingga mereka asal gesek saja saat Melihat barang yang mereka inginkan  ketika cuci mata ke pusat2perbelanjaan. ’’ah, ngg cukup uang kan tinggal gesek, bayar bulan depan ngg masalah” begitu mereka berkilah. Pemenuhan lapar mata adalah monster yang akan menghancurkan masa depan keuangan anda! Ini yang sering menyebabkan pembengkakan pengeluaran bulanan! Pemegang CC lebih sering terjebak hutang konsumtiv. Hayo ngaku?!

Tekankan pada diri sendiri , hutang bukanlah solusi, tapi bunuh diri. Apalagi hutangnya sama rentenir! Udah riba, bunganya segunung himalaya.

Call me a cavewoman. I do avoid credit cards. I’d rather spending what I  am having now then hypotheticaly future moneu anyway

*DARE TO SHARE

Terakhir tapi artinya terbesar adalah, berbagi! Yup, banyak2 lah berbagi/beramal. Makin banyak beramal makin banyak juga rezeki kita. Itu janji Allah SWT bukan?

So, whar are you waiting for? Yuk be smart! Ngrencanain duit sendiri kan juga cara efisien dari pada membayar fin planer!

No comments:

Post a Comment